BAGIKAN
Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, mencoba mengebor pohon kedondong ketika uji coba pengambilan sumber energi pohon kedondong di Desa Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Kamis (27/4) | Foto : Hasan Basri Maken

Setelah setahun yang lalu ditemukan oleh Nauval, sumber energi pohon kedondong hingga saat ini terus dikembangkan. Bahkan tidak kurang dari 60 unit rumah telah terpasang lampu dengan menggunakan kekuatan energi pohon kedondong di Desa Tampor Paloh dan sekitarnya di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

“Kita patut bersyukur atas temuan energi pohon kedondong oleh Nauval, sehingga temuan yang terus dikembangkan itu kini telah membantu puluhan rumah warga dipedalaman Aceh Timur,” kata Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, ketika Silaturrahmi dan Kunjungan Kerja di Desa Tampor Paloh, Kec. Simpang Jernih, Kamis (27/4) Pukul 16:30.

Dia mengaku bangga dengan temuan sumber energi dari pohon, sehingga masyarakat yang mendiami daerah tertinggal dan terdepan seperti sejumlah desa di Kecamatan Simpang Jernih, dapat memanfaatkannya. “Meskipun belum maksimal, tapi temuan siswa Kelas III MTsN 1 Langsa, itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal,” kata Wabup.

Untuk memaksimalkan temuan tersebut, Syahrul mengharapkan perhatian Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait agar segera mengembangkan temuan Nauval itu, sebab disaat dikembangkan secara maksimal akan membantu pemerintah dalam menangani krisis listrik didaerah terpencil, baik di Aceh atau diluar Aceh.
“Kita berharap temuan ini tidak disia-siakan oleh pemerintah pusat,” katanya seraya mengaku, selain puluhan rumah, berbagai fasilitas pendidikan dan tempat ibadah juga menggunakan lampu penerang yang bersumber dari energi pohon kedondong.

Selama ini, lanjut Wabup, PT. Pertamina dinilai telah membantu Nauval dalam meningkatkan pemakaian dan pemanfaatan sumber energi pohon kedondong, oleh karenanya diharapkan Nauval dapat terus berkarya dan berinovasi dengan temuan tersebut.

“Keberadaan PT Pertamina, dalam membantu temuan tersebut sangat kita apresiasi,namun harapan kita semua, temuan ini jangan sampai putus ditengah jalan,mari kita bersama mendukung dalam pengembangan temuan Nauval ini,” ujar Syahrul Bin Syama’un.

Siapakah Nauval ?

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh mampu menemukan energi listrik dari pohon kedongdong. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah

Naufal Rizki, pelajar kelas 2 MTSN Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh mampu menemukan energi. Uniknya Naufal menemukan energi listrik dari pohon kedongdong.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Supriaman dan Deski ini sebelumnya hanya coba-coba. Berawal dari pelajaran di sekolah, Naufal akhirnya berhasil menciptakan tenaga listrik dari batang pohon.

“Awalnya saat saya mempelajari ilmu pengetahuan alam, saya membaca bahwa buah yang mengandung asam katanya bisa menghantarkan listrik, akhirnya saya lakukan uji coba pada buah kentang. Setelah itu saya berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam, akhirnya saya mulai melakukan eksperimen,” ujarnya kepada SINDOnews di acara Pertamina Science Fun Fair 2016, Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Dia menjelaskan, pertama kali eksperimen itu dilakukan pada pohon mangga dan ternyata tidak layak. Akhirnya saya menemukan kedondong pagar yang kadar asam atau getahnya mampu menghantarkan listrik.

Meski demikian, Naufal mengaku bahwa bekal yang dimiliki tidak hanya dari sekolah. Namun juga adanya  dukungan sang Ayah yang sangat membantu dalam percobaannya tersebut.

“Kebetulan ayah Naufal bekerja di elektronik. Jadi sedikit banyak saya tahu alat-alat elektronik,” paparnya.

Hasil temuan energi dari pohon kayu ini memang sederhana, dengan rangkaian yang terdiri dari pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda, arus listrik yang dihasilkan sangat tergantung kepada kadar keasaman pohon.

Sebelumnya, Naufal sudah melakukan lebih dari 60 kali percobaan dan menelan biaya sekitar Rp14 juta. Dengan temuannya ini, satu rumah dapat dialiri listrik melalui sepuluh pohon kedondong pagar.

Ditanya cita-cita dan keinginannya ke depan. Dengan sigap Naufal langsung menjawab ingin menjadi ilmuwan. “Saya ingin jadi ilmuwan dan kedepannya ingin mengembangkan eksperimen untuk menghidupkan alat elektronik,” tukasnya.

Naufal sendiri diundang dalam acara Pertamina Science Fun Fair 2016 untuk berbagi inspirasi kepada para peserta lomba untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang inovatif dan inspiratif. Melalui ajang ini juga diharapkan, akan lahir Naufal lainnya yang mampu mengharumkan nama bangsa.