BAGIKAN

Rumah seharga Rp 148 jutaan ditawarkan pada pameran properti REI Expo 2017, yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Rumah tersebut disediakan oleh salah satu pengembang di wilayah Jonggol, Bogor.

Rumah bergaya minimalis dengan tembok bercat abu-abu itu memiliki luas bangunan 22 meter persegi dengan luas lahan 60 meter persegi.

Dengan harga Rp 148 jutaan, rumah tapak sederhana ini memiliki interior rumah yang meliputi satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, ruang tengah, serta garasi untuk kendaraan roda empat.

Rumah sederhana ini dibangun dengan menggunakan dinding tunggal dan batako. Tampak dari luar, terdapat satu buah pintu dan dua buah jendela bercat putih pada rumah itu. Masih ada sedikit sisa lahan kosong di bagian depan rumah.

Saat ini, pihak pengembang yaitu Citra Indah City masih melakukan proses pembangunan pada perumahan cluster tersebut.

“Untuk gaji di bawah Rp 7 juta masih bisa dapat (rumah),” kata Jeffry ke pada detikFinance, Sabtu (22/4/2017).

Rumah tapak dengan harga Rp 148 jutaan tersebut tepatnya berlokasi di Jalan Raya Jonggol, Cileungsi, Bogor. Dengan lokasi tersebut, perhituhgan kasar jarak dengan pusat kota Jakarta sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh tanpa macet sekitar 1,5 jam

Berapa Cicilan Rumah Rp 148 Jutaan?

Tingginya harga rumah di pusat kota Jakarta dinilai sulit dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama bagi kaum milenial yang bergaji di bawah Rp 7 juta.

Menyiasati hal tersebut, kaum milenial bisa mencari rumah murah di wilayah lain, seperti di kawasan Jonggol, Bogor. Di sana, Citra Indah City menawarkan properti seharga Rp 148 jutaan.

Lalu bagaimana skema pembayaran untuk mendapatkan rumah tersebut?

Ada dua skema pembayaran untuk bisa mendapatkan rumah seharga Rp 148 jutaan. Yakni dengan pembayaran cash keras dan melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Untuk pembayaran cash, tentunya pembeli perlu menyiapkan uang tunai sebesar Rp 148 juta dan langsung bisa memiliki satu unitnya rumah. Untuk itu, pembeli hanya perlu mebayar ‘tanda jadi’ pembelian rumah sebesar Rp 2,5 juta kepada pengembang dan sisanya akan langsung diproses.

Kemudian untuk pembayaran KPR, pertama-tama pembeli perlu membayar uang muka atau DP minimal 5%, yakni sekitar Rp 8 juta. Setelah itu, maka pengembang akan mulai memproses pinjaman KPR.

Dalam pembayaran KPR, pengembang memberikan jangka tenor atau jangka waktu cicilan yang beragam. Mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun.

Untuk cicilan 20 tahun, pembeli perlu membayar sekitar Rp 1,29 jutaan per bulannya. Hitungan tersebut dengan asumsi suku bunga 8%. Sebab, bunga yang diberikan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti suku bunga acuan dari Bank Indonesia.

Bila ditotal secara kasar, maka rumah yang tadinya seharga Rp 148 Jutaan tadi berubah menjadi sekitar Rp 162 jutaan.

Salah seorang marketing bernama Jeffry, mengatakan besaran cicilan biasanya 30% dari jumlah gaji pokok atau pendapatan. Artinya, bila disimpulkan dengan besaran cicilan tersebut, maka milenial bergaji Rp 4 jutaan masih bisa mendapatkan rumah.

“Untuk gaji di bawah Rp 7 juta masih bisa dapat (rumah),” kata Jeffry ke pada detikFinance, Sabtu (22/4/2017).

Dengan harga yang terbilang murah itu, tipe rumah yang ditawarkan memiliki luas bangunan 22 meter persegi, dengan luas tanah 60 meter persegi.

Jeffry mengatakan untuk ukuran tersebut interior rumah meliputi satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, ruang tengah, serta garasi untuk kendaraan roda empat. Rumah sederhana ini dibangun dengan menggunakan dinding tunggal dan batako.

Di luar itu, pihak pengembang juga memberikan sejumlah fasilitas penunjang cluster. Contohnya taman bermain, sekolah, pusat perbelanjaan, klinik kesehatan, tempat ibadah, hingga kendaraan angkutan untuk memasuki komplek.

“Ada angkutan untuk masuk, itu hanya membayar Rp 3.000,” kata Jeffry.

Selain transportasi dalam komplek, pihak pengembang juga menyediakan shuttle bus yang menjangkau pusat kota Jakarta dengan tarif Rp 15.000 sekali perjalanan.

Rumah tapak dengan harga Rp 148 jutaan tersebut berlokasi di Jalan Raya Jonggol, Cileungsi, Bogor. Dengan lokasi tersebut, perhituhgan kasar jarak dengan pusat kota Jakarta sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh tanpa macet sekitar 1,5 jam. (ang/ang)

1 KOMENTAR