BAGIKAN

Jebolnya Bendung Cipamingkis di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor pada Kamis (20/4/2017) silam diprediksi bakal membuat sawah seluas 7.500 hektar gagal panen.

Pasalnya, Bendung Cipamingkis merupakan satu-satunya penyedia air bagi total 7.508 hektar sawah yang ada di lokasi tersebut.

Berbagai macam cara pun dilakukan untuk mencegah agar gagal panen tidak terjadi melalui kolaborasi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan warga sekitar.

“Sejak jebolnya bendung, yang saya upayakan adalah bagaimana caranya sawah-sawah milik petani tidak kekeringan dengan cara swadaya,” kata Camat Jonggol Beben Suhendar kepada KompasProperti, Minggu (30/4/2017).

Beben melanjutkan, untuk sawah yang ada di Desa Balekambang, Desa Weninggalih, dan Desa Sirnanagalih sudah diatasi dengan menyodet Kali Cihieum.

“Sedangkan untuk sawah-sawah di sebelah barat Jembatan Cipamingkis atau Desa Sukasirna, Desa Jonggol, dan Desa Sukamanah sedang dalam penanganan oleh pihak BBWS Citarum,” tambah dia.

Penyodetan itu diakui Beben telah mengurangi dampak dari jebolnya Bendung Cipamingkis.

Namun, akibat peristiwa tersebut ditambah dengan ambruknya Jembatan Cipamingkis membuat warga di Kecamatan Jonggol mengalami kesulitan beraktivitas.

“Kerugian dari ambruknya jembatan membuat kerugian buat warga karena harus mengeluarkan biaya esktra untuk transportasi,” tuntas Beben.