Beranda Topik Utama Berburu Rumah dengan DP 0 Persen di Bogor

Berburu Rumah dengan DP 0 Persen di Bogor

BAGIKAN

Senin (24/4/2017) adalah hari libur Nasional memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bagi Anda yang masih belum memiliki rumah, bisa memanfaatkan hari libur ini dengan berburu rumah idaman.

KompasProperti berkesempatan menyambangi pameran properti di Botani Square, Bogor. Pameran di pusat belanja yang terintegrasi dengan Hotel Santika ini, mencakup properti hunian tapak, dan apartemen.

Tidak seperti di wilayah penyangga Jakarta lainnya, harga hunian (rumah dan apartemen) di wilayah Bogor, masih terhitung lebih murah, meski tidak murah-murah amat.

Perumahan Twin’s City, bisa dipertimbangkan. Pengembangnya, PT Megah Karya Intiland, menawarkan empat tipe rumah dengan harga bervariasi.

Tipe terkecil ukuran 36/60 dibanderol Rp 273 juta per unit. Harga ini berlaku untuk konsumen yang memilih skema pembayaran tunai keras. Sementara jika memilih skema pembayaran kredit (KPR) harganya sekitar Rp 283 juta.

Untuk tipe berikutnya adalah 36/81, 36/80, dan 30/120. Harga tunai keras masing-masing tipe ini Rp 387 juta, Rp 385 juta, dan Rp 277,5 juta.

Sedangkan harga KPR-nya masing-masing Rp 397 juta, Rp 397 juta, dan Rp 282,5 juta.

Selanjutnya Bogor Raya Residence yang juga dirancang dengan berbagai variasi tipe berbeda. Terkecil berdimensi 36/84 seharga Rp 515, 8 juta untuk skema pembayaran tunai, dan Rp 591,129 juta untuk harga KPR.

Harga tertinggi di perumahan ini adalah tipe 2.562 meter persegi yang dibanderol Rp 22,093 miliar. Mengapa demikian mahal? Karena ini merupakan kavling gol yang menghadap lapangan golf.

Kemudian Cilebut Residence yang dipatok seharga Rp 515 juta untuk ukuran 36/84 hingga Rp 1,1 miliar untuk dimensi 85/193. Harga KPR-nya masing-masing Rp 535 juta dan Rp 1,3 miliar.

Berikutnya Greenland Forest Hill Residence dengan pilihan tipe terkecil 38/72 seharga Rp 552 juta dan tertinggi Rp 1,228 miliar untuk tipe 60/176. Harga KPR-nya masing-masing 562,5 juta dan Rp 1,238 miliar.

Tak hanya rumah tapak, di Bogor juga saat ini sudah banyak pengembang yang memasarkan rumah vertikal atau apartemen.

El Centro, contohnya. Pilar Artha Mandiri, pengembangnya, menawarkan harga kompetitif, mulai dari Rp 682 juta untuk ukuran 19,1 meter persegi dengan harga KPA sekitar Rp 710 juta hingga Rp 1,480 miliar tipe 37,8 atau dua kamar tidur.

Harga KPA tipe dua kamar tidur tersebut adalah Rp 1,539 miliar.Apartemen lainnya adalah The Avenue Residence yang ditawarkan mulai Rp 235 juta untuk ukuran 24,46 meter persegi.

“Down payment”

Kendati terhitung murah untuk tipe-tipe rumah tertentu, tak ada satu pun pengembang yang memberlakukan uang muka atau down payment (DP) 0 Rupiah, atau 0 Persen.

Para pengembangnya lebih memilih untuk mematok DP dengan kisaran 10 persen hingga 20 persen.

Relife Property Group yang mengembangkan Greenland Forest Hill Residence mengenakan DP 10 persen yang bisa dicicil dua kali.

Dalam perbincangan dengan KompasProperti, Doni petugas marketingnya menjelaskan, dengan DP 10 persen, konsumen akan mendapat plafon pinjaman KPR senilai Rp 450 juta.

“Opsi tenor KPR bisa 15 tahun, bisa juga 20 tahun dengan besaran cicilan per bulan masing-masing Rp 4,23 juta dan Rp 3,6 juta,” tutur Doni Sabtu (22/4/2017).

Untuk dapat mengakses rumah seharga Rp 562,5 juta dengan tenor 20 tahun, menurut perhitungan Relife Property, konsumen harus berpenghasilan lebih dari Rp 10,55 juta per bulan.

Demikian halnya dengan PT Mitra Selaras Sejati yang mematok DP 10 persen untuk seluruh tipe yang dipasarkannya.

Untuk membeli rumah tipe 36/84 seharga Rp 515 juta, konsumennya dibebani DP Rp 51,5 juta. Dengan asumsi bunga 7,75 persen, maka cicilan yang harus dibayar per bulan selama tenor 5 tahun Rp 9,7 juta, 10 tahun Rp 5,7 juta, 15 tahun 4,5 juta, dan 20 tahun Rp 3,9 juta.

Jika konsumen memilih tenor maksimal 20 tahun, maka penghasilan minimal yang dianggap bankable adalah Rp 15 juta per bulan.

SUMBERproperti kompas
BAGIKAN