BAGIKAN

 

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono menuturkan rumah murah yang bisa dibeli anggota komunitas pekerja informal seperti pedagang bakso dan pedagang martabak akan didirikan di Bogor, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.

BTN telah menyanggupi untuk menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maksimal Rp75 juta bagi para pekerja informal yang tergabung dalam komunitas profesinya, untuk mendapatkan kesempatan memiliki rumah murah dengan menggandeng Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas).

Menurut Maryono, BTN dan Perumnas sepakat untuk menjadikan dua kawasan tersebut sebagai target utama pembangunan rumah murah bagi pekerja informal karena harga lahannya yang tidak terlalu tinggi.

“Kalau di Jakarta sudah setinggi langit harga lahannya,” kata Maryono, Rabu (25/1).

Hanya saja, Perumnas mengaku belum memiliki pembahasan lebih rinci dengan BTN terkait penyediaan lahan dan masa pembangunan rumah untuk KPR mikro ini.

Pasalnya, dengan KPR mikro maksimal Rp75 juta per unit, di rasa Perumnas cukup sulit untuk direalisasikan. Mengingat harga lahan, biaya pembangunan rumah, dan pemasaran terus meningkat setiap tahun. Bahkan untuk lokasi di Bogor dan Semarang sekalipun.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Perumnas Hakiki Sudrajat mencontohkan, untuk rumah di kawasan Garut, Jawa Barat saja setidaknya membutuhkan modal Rp124 triliun. Lalu, untuk Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) setidaknya perlu investasi Rp250 juta.

“Saya belum disampaikan lokasinya. Kalau Rp75 juta termasuk harga, saya rasa mungkin agak jauh lokasinya. Tapi kalau Rp75 juta itu bagian rumah yang memang khusus, itu mungkin bisa,” jelas Hakiki.