Beranda Topik Utama Ini Progam Prioritas Nasional Pembangunan Infrastruktur 3 Tahun Mendatang

Ini Progam Prioritas Nasional Pembangunan Infrastruktur 3 Tahun Mendatang

143
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan pembangunan rangka baja proyek infrastruktur di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menyiapkan program pembangunan infrastruktur PUPR jangka pendek tiga tahunan 2019-2021.Beberapa sektor prioritas seperti ketahanan air, kedaulatan pangan, dan energi akan menjadi perhatian utama di samping pembangunan untuk mendukung konektivitas nasional untuk logistik.

“Ada juga dukungan terhadap peningkatan kualitas dan permukiman di perkotaan dan perdesaan serta meningkatkan keseimbangan pembangunan antardaerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan perbatasan dan kawasan perdesaan,” ujar Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan dalam keterangan resmi, Kamis (9/11/2017).

Dia menjelaskan program prioritas nasional pembangunan infrastruktur PUPR 2019-2021 meliputi, dukungan infrastruktur PUPR terhadap 15 lumbung pangan, seperti lumbung pangan Provinsi Aceh, Provinsi Bali, Provinsi Jabar, Provinsi Jateng, Provinsi Jatim dan lainnya.

Selain itu, terdapat 9 Pusat Kawasan Strategis Nasional (PKSN) Perbatasan, seperti PKSN Perbatasan Sabang, PKSN Perbatasan Atambua, PKSN Perbatasan Entikong, PKSN Perbatasan Nanga Badau dan lainnya.

Termasuk di dalamnya, Kawasan Pulau Kecil dan Terluar, seperti Kawasan Perbatasan Laut Pulau Nongsa, 16 Pelabuhan Perikanan, seperti Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Pelabuhan Ratu, PPN Pemangkat dan lainnya.

Ada juga 7 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN), seperti KPPN Labuan Bajo, KPPN Raja Ampat, KPPN Rasau Jaya dan lainnya. Kemudian, 12 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), seperti KSPN Danau Toba, KSPN Tanjung Lesung dan lainnya.

“17 Kawasan Industri, seperti Kawasan Industri Bantaeng, Kawasan Industri Batulicin, Kawasan Industri Bitung dan lainnya. 10 Kawasan Ekonomi Khusus [KEK], seperti KEK Morotai, KEK Palu, KEK Sei Mangkei dan lainnya,” jelasnya.

Rido menambahkan,terdapat juga 12 Kawasan Metropolitan, seperti Metropolitan Bandung Raya, Metropolitan Banjarbakula, Metropolitan Bimindo dan lainnya. 14 Kota Baru seperti Kota Baru Bandar Kayangan, Kota Baru Banjarbaru, Kota Baru Jayapura dan lainnya.

“Kemudian juga Konektivitas Multimoda, seperti 21 Pelabuhan Umum, 16 Bandar Udara Baru, 26 Pelabuhan ASDP [Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan],” tegasnya.