Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated

BAGIKAN

 

Konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Ranggi Sugiron Perkasa meraih hak pengusahaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). Dalam metode lelang Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), konsorsium ini unggul dalam dukungan konstruksi pada Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 12 kilometer.

Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) ini merupakan inisiasi Jasa Marga untuk memenuhi kebutuhan akan layanan lalu lintas yang semakin padat. Hal tersebut diakibatkan oleh pertumbuhan lalu lintas di Koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Saat ini, volume kendaraan yang melintas telah melebihi kapasitas ruas jalan tersebut dengan V/C Rasio tertinggi mencapai 1.51. Rencananya, proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) akan dibangun di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek existing.

Jalan tol yang membentang dari Cikunir-Karawang Barat ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2019 dengan masa konsesi selama 40 tahun. Konsorsium ini menyiapkan investasi untuk pembangunan jalan tol dengan panjang 36.84 kilometer tersebut senilai Rp 16 triliun.
Sementara itu, komposisi kepemilikan saham keduanya, masing-masing 80 persen untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan 20 persen PT Ranggi Sugiron Perkasa

Konstruksi jalan tol sepanjang 36,84 kilometer ini akan dilakukan di atas Jalan Tol Jakarta Cikampek yang sudah ada, mulai dari Simpang Susun Cikunir sampai dengan Simpang Susun Karawang Barat.

Dengan begitu, maka nantinya Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek akan melewati sepuluh kawasan.

Ke-10 kawasan itu adalah:

  1. Cikunir
  2. Bekasi Barat
  3. Bekasi Timur
  4. Tambun
  5. Cibitung
  6. Cikarang Utama
  7. Cikarang Barat
  8. Cibatu
  9. Cikarang Timur
  10. Karawang Barat

Pembangunannya yang melewati beberapa kawasan tentunya menimbulkan kendala. Ada beberapa hal yang diakui Djoko akan menjadi kendala atau tantangan.

Djoko menjelaskan, begitu selesai melebarkan jalan, pengerjaan selanjutnya adalah meletakkan pier di tengah-tengah jalan tol eksisting.

“Seperti yang teman-teman pernah lihat mungkin di Cawang ke Tanjung Priok, nah itu buat fondasinya agak susah dan banyak. Itu karena 36 kilometer kan dibagi 60 meter-an akan ada sekitar 600 pier, ya,” tambah dia.

Selain itu, kendala berikutnya adalah sinkronisasi dengan proyek pembangunan lainnya di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek seperti pembangunan light rail transit (LRT).

PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek Ilustrasi interchange Cikunir.

Djoko mengakui, pihaknya tengah mencari konsultan yang bisa menggabungkan rencana- rencana pembangunan di sekitarnya supaya Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini tetap bisa sesuai standar pelayanan minimum (SPM).

Tantangan lainnya adalah ketersediaan lahan gerbang Cikarang Utama, cable stayed Grand Wisata, dan Jembatan Lengkung Kemala Lagoon yang ada di jalur pembangunan Jalan Tol Layang tersebut.

Hal berikutnya yang menjadi tantangan adalah 34 overpass eksis yang dilintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dan juga relokasi berbagai utilitas, seperti 11 saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet), 128 penerangan jalan umum (PJU), 83 rambu, 15 kabel serat optik, serta 10 pipa gas dan minyak.

BAGIKAN