BAGIKAN

Rimbunan pepohonan, gemericik air, dan suara burung saling bersahutan menyambut pagi, tatkala tirai jendela tersibak. Langit biru di kejauhan, dan padang hijau keemasan diterpa sinar mentari adalah saujana indah dalam memulai hari. Suasana alami dengan sentuhan khas bernuansa tropis ini bisa ditemukan di sebuah vila mewah pribadi (luxury private villa) di kawasan kota internasional Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.

Vila mewah ini merupakan bagian dari kawasan hunian 700 hektar bertajuk Leisure Farm Resort yang hanya berjarak 45 menit dari Singapura. Berkamar lima, plus satu paviliun, rumah yang saya tempati ini dibanderol sekitar Rp 40 miliar-Rp 43 miliar atau 14 juta ringgit Malaysia.

Luxury Villa, jenis hunian yang ditawarkan di Leisure Farm Resort, Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.(Dokumentasi Leisure Farm Resort)
Bangunan modern kontemporer di atas lahan 1.200 meter persegi ini menunjukkan hasil kerja konstruksi yang demikian presisi, terperinci, dan berkualitas tinggi, sehingga material mewah yang hendak ditonjolkan, telah berbicara sendiri. Mulai dari pemilihan kayu solid yang melapisi lantai di unit-unit kamarnya, lantai marmer di ruang keluarga, dapur, dan ruang kerja, elemen saniter dari produsen tenar asal Jerman, serta seperangkat alat dapur berteknologi tinggi yang juga dari Eropa.

“Kemewahan yang kami tawarkan tidak sebatas itu, melainkan kualitas hidup dengan standar internasional yang menghargai alam, dan ramah lingkungan,” terang Deputy General Manager Sales and Marketing Leisure Farm Beverly Goldman. Beverly tidak sedang menjual kecap yang segalanya diklaim sebagai nomor satu. Saat pengembang lain baru memulai pembangunan konstruksi fisik dan sejumlah infrastruktur serta fasilitas, lingkungan dan lanskapnya justru diabaikan.

Ruang keluarga di salah unit luxury villa Leisure Farm, Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.(Hilda B Alexander/Kompas.com)
Hal ini menjadi pemandangan yang lazim terlihat di sebagian besar kawasan Iskandar. Pembangunan konstruksi fisik tidak dibarengi dengan penataan lingkungan, dan lanskap, sehingga kawasan di sekitarnya begitu panas. “Tak ada satu pun pohon yang tumbuh, atau tanaman lain yang membantu menurunkan suhu udara. Tentu saja hal ini menyiksa konsumen yang datang mengunjungi rumah contoh,” tambah Beverly. Sementara Mulpha Group sebagai pengembang Leisure Farm Resort, membangun infrastruktur, menata lingkungan, dan lanskap lebih dulu sebelum memasarkannya kepada publik. Selain itu, mereka juga hanya memanfaatkan 20 persen hingga 30 persen lahannya untuk konstruksi fisik, infrastruktur serta sejumlah fasilitas. Seluas 70 persen lainnya dari total luas lahan pengembangan digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Kawasan antar-bangsa

Leisure Farm Resort dirancang sebagai kawasan hunian lintas bangsa dengan fasilitas yang melengkapinya juga untuk memenuhi standar itu.

Ruang tamu di salah unit Bungalow Leisure Farm, di Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.(Hilda B Alexander/Kompas.com)
Sebut saja equestrian, janapada, lapangan golf 36 holes, dan yang utama adalah layanan purna jual yang menekankan kualitas serta kepuasan konsumen. Perumahan ini juga dikelilingi fasilitas umum lainnya macam Educity yang berisi kampus-kampus ternama dari Inggris, Singapura, dan Amerika, taman bermain Legoland, pusat belanja Medini, hotel, dan lain sebagainya. Menyusul dalam beberapa tahun ke depan, akses terbaru yang menghubungkan Singapura-Johor-Kuala Lumpur yakni high spee rail link dan coastal highway south train link. Tak mengherankan, orang asing dari berbagai negara yang bermotif investasi atau ingin tinggal di Johor Bahru karena berbisnis atau menyekolahkan anaknya, tertarik membeli rumah di sini.
Kamar tidur di salah satu unit Leisure Farm, Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.(Hilda B Alexander/Kompas.com)

Senior Executive Sales Leisure Farm Rafiah Rafi menuturkan konsumennya berasal dari 38 negara berbeda. “Pembeli asal Singapura masih mendominasi dengan angka 51 persen. Disusul Malaysia 29 persen, kemudian Inggris 5 persen, dan Indonesia 3 persen,” ungkap Rafiah. Menariknya, pembeli asal Indonesia merupakan bos-bos besar yang menjadi pucuk pimpinan perusahaan skala Nasional.

Hal senada dikatakan Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip. Menurut dia, orang-orang kaya atau para pebisnis (business owner) yang kerap tampil di televisi memiliki rumah dengan ukuran terbesar, dan termewah di sini. Willson menyebut pemimpin maskapai penerbangan Nasional, punya rumah kategori private estates dengan ukuran tanah dan rumah sangat luas di Leisure Farm.

Fasilitas Bale Equestrian and Country Club di kawasan Leisure Farm Resort, Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.(Dokumentasi Leisure Farm Resort)

Untuk diketahui, ada lima klasifikasi hunian yang ditawarkan. Tertinggi dan termewah adalah private estates, kemudian luxury villasbungalows, semi detached, dan terrace house.

“Ini sekaligus mengonfirmasi kelas Leisure Farm sebagai international township development. Mereka tak hanya membeli, juga tinggal untuk jangka waktu tertentu, sehingga kawasan ini menjadi hidup dan mendorong pertumbuhan harga,” tambah Wilson. Banyaknya orang asing yang membeli rumah di Leisure Farm tak lepas dari program Malaysia My Second Home, serta visi Iskandar sebagai kota internasional dengan status kawasan ekonomi khusus berpengaruh.

Klaster Bayou Creek yang sedang dipasarkan saat ini, terdiri dari tipe bungalow dan semi detached. Bayou Creek berada di kawasan pengembangan Leisure Farm Resort di Iskandar, Johor Bahru, Malaysia.(Dokumentasi Leisure Farm Resort)

Program Malaysia My Second Home, kata Rafiah, sangat signifikan mendorong jumlah pembelian oleh orang asing. Dengan membeli properti melalui program ini, mereka akan mendapatkan visa untuk dirinya dan keluarganya serta diizinkan tinggal untuk masa 10 tahun. “Rumah yang bisa dibeli orang asing di sini seharga di atas 1 juta ringgit Malaysia,” imbuh Rafiah.

Hingga saat ini, Leisure Farm Resort dihuni oleh sekitar 20 hingga 25 persen dari sekitar 2.000 unit rumah terbangun. Untuk tahun 2017, Mulpha menawarkan Bayou Creek dengan harga serentang Rp 8 miliar hingga Rp 13 miliar per unit. Terdapat 96 unit tipe bungalows, dan 56 unit tipe semi detached. Dari unit-unit ini, ekspektasi penjualan sekitar Rp 300 miliar.