BAGIKAN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah bendungan dan irigasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) 2014-2019.

Pembangunan bendungan dan irigasi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) yang telah mengalokasikan dana triliunan rupiah.

“Tahun 2017 ini, total dana yang dialokasikan ke SDA Rp 33,26 triliun dan 2018 diproyeksikan 36,9 triliun,” ujar Direktur Jenderal SDA Imam Santoso saat jumpa pers di Kementerian PUPR, Jumat (26/5/2017).

Pada 2016, sebanyak 7 bendungan selesai dibangun dengan alokasi dana senilai Rp 28,39 triliun.

Ketujuh bendungan ini adalah Rajui dan Payaseunara di Aceh serta Jatigede di Jawa Barat. Kemudian, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur. Teritip di Balikpapan dan Titab di Bali.

Adapun pada tahun ini, Kementerian PUPR membangun 30 bendungan, baik bendungan baru maupun bendungan lama yang belum selesai.

Bendungan tersebut antara lain, Marangkayu, Kuningan, Bendo, Gongseng, Tukul, Gondang, Pidekso, dan Tugu. Selain itu ada pula, Karalloe, Keureuto, Karian, Logung, Raknamo, Lolak, Bintang Bano, Tanjo, Mila, Passeloreng, Rotiklot, dan Tapin.

Sementara itu, untuk pembangunan irigasi yang ditargetkan 1 juta hektar sampai 2019, saat ini sudah tercapai 28,04 persen.

Jika dijabarkan terhadap kewenangan masing-masing, yakni pemerintah 43,91 persen dari target 56,12 persen, Provinsi 7,05 persen dari 23,64 persen dan kabupaten/kota 8,55 persen dari 20,25 persen.