BAGIKAN
ilustrasi. img:pixabay.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menargetkan 255.250 panel surya terpasang di daerah pulau-pulau 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) pada 2018.

“Masih ada sebanyak 2.519 desa di Indonesia setelah 72 tahun merdeka tidak ada listriknya. Target Pemerintah 2017 itu akan dipasang solar panel di seluruh rumah-rumah di desa itu kurang dari 100.000 rumah dipasang dan tahun 2018 ada 255.250 rumah akan dipasang solar panel,” kata Jonan dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Dua tahun ke depan, pemerintah bertekad menerangi desa-desa tersebut dengan mengoptimalkan potensi sumber energi setempat, misalnya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Wilayah-wilayah yang belum terlistriki umumnya berada di pulau-pulau 3T dan saat ini diperkirakan masih ada 11.000 desa yang memiliki fasilitas listrik sekadarnya. “Melistriki desa-desa yang belum berlistrik memerlukan empati besar, untuk berbagi rasa dengan semua anak bangsa itu,” ujar Jonan.

Ia mengatakan desa-desa yang tidak berlistrik dan berlistrik sekedarnya saja itulah yang akan dikejar pemerintah agar dapat teraliri listrik agar tidak terjadi ketimpangan yang mengakibatkan timbulnya kecemburuan sosial.

Menteri ESDM Ignasius Jonan. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

“Tahun 70-an Pak Harto meresmikan jalan tol Jagorawi, itu orang yang tinggal di Papua, yang tinggal di Pulau Seram, di Maluku, di Miangas di Pulau Rote enggak tau ada jalan tol Jagorawi di Jakarta, sekarang di Jakarta ada apa pun juga itu dipotret pake handphone dikirim pake WA selesai. Karena teknologi informasinya kini luar biasa, ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial yang luar biasa,” kata Jonan.

“Listrik ini adalah peradaban, kalau tidak ada listrik itu peradabannya pasti pelan ,” kata Jonan.