BAGIKAN

PricewaterhouseCoopers, salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia, baru saja merilis ramalannya untuk ekonomi paling kuat di dunia pada tahun 2030.

Laporan tersebut, berjudul “Pandangan panjang: bagaimana tatanan ekonomi global akan berubah pada tahun 2050?” menempatkan 32 negara dengan memproyeksikan produk domestik bruto global mereka dengan paritas daya beli.

PPP digunakan oleh ahli ekonomi makro untuk menentukan produktivitas ekonomi dan standar kehidupan antar negara dalam jangka waktu tertentu.

Sementara temuan PwC menunjukkan beberapa negara yang sama percis berdekatkatan di daftar teratas dalam 13 tahun, mereka juga terdapat banyak negara secara ekonomi yang tergelincir atau meningkat secara besar-besaran pada tahun 2030.

Lihat negara mana saja yang membentuk daftar barisan. Semua angka yang dikutip dalam berada dalam dolar AS dan dengan nilai konstan (untuk referensi, PPP saat ini AS adalah $ 18,562 triliun):

32. Belanda – $ 1,08 triliun

31. Kolombia – $ 1,111 triliun

30. Afrika Selatan – $ 1,148 triliun

29. Vietnam – $ 1,303 triliun

28. Bangladesh – $ 1,324 triliun

27. Argentina – $ 1,342 triliun

26. Polandia – $ 1,505 triliun

25. Malaysia – $ 1,506 triliun

24. Filipina – $ 1,615 triliun

23. Australia – $ 1,663 triliun

22. Thailand – $ 1,732 triliun

21. Nigeria – $ 1,794 triliun

20. Pakistan – $ 1,868 triliun

19. Mesir – $ 2,049 triliun

18. Kanada – $ 2,141 triliun

17. Spanyol – $ 2.159 triliun

16. Iran – $ 2.354 triliun

15. Italia – $ 2,541 triliun

14. Korea Selatan – $ 2,651 triliun

13. Arab Saudi – $ 2.755 triliun

12. Turki – $ 2,996 triliun

11. Perancis – $ 3,377 triliun

10. Inggris – $ 3.638 triliun

9. Meksiko – $ 3,661 triliun

8. Brasil – $ 4,439 triliun

7. Jerman – $ 4,707 triliun

6. Rusia – $ 4.736 triliun

5. Indonesia – $ 5.424 triliun

4. Jepang – $ 5.606 triliun

3. India – $ 19,511 triliun

2. Amerika Serikat – $ 23,475 triliun

1. China – $ 38.008 triliun