BAGIKAN

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan sejulah mega proyek infrastruktur periode 2018-2019. Jumlahnya mencapai 77 proyek infastruktur startegis.

Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulojono mengatakan, pembangunan proyek strategis tahun 2018-2019 dari seluruh kementerian, diusulkan sebanyak 117 proyek. Namun yang disetujui hanya 77 proyek infrastruktur.

“Dari usulan baru 117 proyek baru yang diusulkan proyek baru oleh kementerian, yang diterima tadi ada 77 proyek baru. Tadinya dievaluasi 45, tapi dalam rapat dieksekusikan 77 proyek,” kata Basuki usai rapat evaluasi usulan baru proyek strategis nasional bersama Komite Percepatan dan Penyediaan Infrastruktur (KPPIP) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/02/2017).

Menteri Basuki bilang, dari Kementerian PUPR sendiri, akan menggarap 57 proyek. Yang terbagi menjadi 24 proyek jalan tol baru, 4 proyek air baku, 9 proyek bendungan, dan 20 proyek irigasi dan rawa. “Nilai totalnya kira-kira ada Rp 300 triliun untuk yang diusulkan sebagai proyek strategis nasional,” ujarnya.

Dia bilang, proyek ini merupakan proyek strategis nasional. Maksudnya proyek strategis nasional, karena bermanfaat bagi rakyat banyak.

“Karena kalau proyek strategis nasional itu fasilitasnya satu, pembahasan lahan ditanggung oleh atau dikerjakan atau dialokasikan oleh LMAN. Yang kedua, proses-proses pengadaan barang dan jasa juga ada sedikit kelonggaran,” paparnya.

“Ketiga, kalau khusus tol, dana talangan biasanya BPJT biasanya akan lebih pasti lah ya. Ada kepastian bahwa nanti akan diganti oleh APBN. Dan kalau di luar PSN-kan pengadaan lahan oleh regular,” lanjut Basuki.