BAGIKAN
Stadion Al Thauma yang disainnya menyerupai kopiah tradisional Arab.(Archdaily)

Uniknya, desain stadion yang dirancang dapat menampung 40.000 penonton itu menyerupai kopiah tradisional Arab, ‘gahfiya’.

Dirancang arsitek Qatar, Ibrahim M Jaidah dan konsultan desain Heerim, Stadion Al Thauma akan dibangun enam kilometer arah selatan dari pusat kota Doha.

Adapun selama kegiatan berlangsung, stadion ini akan disulap menjadi sebuah ‘legacy mode’, dimana terdapat 20.000 kursi termasuk fasilitas klinik olah raga serta hotel butik di tribun atas.

“Di dalam budaya Arab, gahfiya merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat terutama bagi mereka yang hendak beranjak dewasa,” kata Komite Tinggi untuk Pengiriman dan Warisan, organisasi yang bertugas dalam pembangunan infrastruktur Piala Dunia, seperti dikutip dari Archdaily.

Stadion Al Thauma yang disainnya menyerupai kopiah tradisional Arab.
Stadion Al Thauma yang disainnya menyerupai kopiah tradisional Arab. (Archdaily)

“Stadion ini juga menjadi lambang bagi pemuda Qatar, serta sebagai ajang kemunculan bagi negara ini sebagai pemain utama di ajang olah raga tingkat dunia dan warisan bersama Arab yang mengilhami desainnya,” lanjut dia.

Saat ini, tujuh stadion tengah dalam proses pengerjaan, termasuk Foster + Partners ‘Lusail Stadium yang akan menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan diselenggarakan, dan Al Wakrah Stadium karya Zaha Hadid.

Namun, tidak semua pembangunan stadion tersebut berjalan mulus. Amnesty Internasional mengeluarkan sebuah laporan yang menyebutkan telah terjadi ‘kondisi mengerikan’ di dalam pembangunan stadion dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerja migran.

Laporan tersebut muncul setelah sejumlah laporan serupa termasuk kasus kematian pekerja dalam pembangunan Al Wakrah.

Desain Stadion Al Thauma.
Desain Stadion Al Thauma. (Archdaily)