BAGIKAN

 

SUKABUMI, (PR).- Ribuan warga Kota dan kabupaten Sukabumi, Senin, 20 Februari 2017, mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisaikan pembangunan jalan tol Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi). Desakan merupakan aspirasi warga untuk kesekian kalinya, yang hingga kini masih belum direalisaikan pemerintah pusat. Padahal keinginan jalan tol telah lama terpendam sejak 25 tahun lalu.

Hal tersebut terungkap pascakegiatan Jalan Santai Kosgoro 1957 di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi. Kegiatan dihadiri Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, Walikota Sukabumi Mohamad Muraz, Bupati Sukabumi Marwan Hammami, Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi Jona Arijona, dan Ketua Kosgoro 1957 Jawa Barat Phinera Wijaya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Sukabumi Mohamad Muraz menitip pesan kepada Agung Laksono agar pembangunan jalan tol Bocimi segera direalisasikan secepatnya. Pemerintah pusat harus serius untuk menyegerakan pembangunan jalan tol karena kebutuhan tersebut dinilai sangat mendesak.

“Warga Sukabumi titip pesan kepada Agung Laksono untuk segera dibantu pembangunan jalan Tol Bocimi secepatnya. Sudah hampir seperempat abad, aktivitas warga selalu dibayang-bayangi kemacetan,” katanya.

Muraz mengatakan dari survey yang dilakukan, jumlah kerugian akibat penggunaan bensin kendaraan mencapai Rp 1,4 triliun per tahun. Sementara APBD Kota Sukabumi mencapai Rp 1,1 triliun.

Bahkan kerugian belum termasuk waktu yang terbuang percuma, padahal jarak Sukabumi–Bogor hanya 60 Kilomiter. Tapi jarak tempuh akibat kemacetan bisa enam sampai tujuh jam perjalanan.

“Kemacetan di jalanan Sukabumi bisa mencapai berjam-jam. Diperkirakan jumlah kendaraan yang menghabiskan bensin sebanyak 88.741 ribu unit,” katanya.

Sementara itu Agung Laksono mengaku memahami harapan warga Sukabumi. Apalagi kemacetan sudah sering dirasakan karena kerap melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah di Kota dan kabupaten Sukabumi.

“Memang benar, jalan tol merupakan salah satu keinginan warga Sukabumi yang harus diperjuangan. Kemacetan sudah sangat luar biasa,” katannya

Sebenarnya, Agung menuturkan, upaya merealisasikan pembangunan telah dilakukan sejak dirinya menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan menjadi menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia. Tapi sangat ddisayangkan upaya yang dilakukan masih belum terwujud.

“Karena itu, kita berharap pembangunan jalan tol kali ini dapat segera direalisasikan. Jalan tol merupakan kebutuhan mutlak warga Sukabumi,” katanya.

Selain jalan tol, menurut dia, kehadiran kerata api melintasi sejumlah kecamatan di Kota dan kabupaten Sukabumi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan. Karena dua-duanya, merupakan salah satu strategi dalam upaya percepatan pembangunan.

“Dengan dibukanya sejumlah akses diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kemakmuran dan kesejahteran untuk mengisi pembangunan,” katanya.