BAGIKAN
Newfoundland, Kanada (Jacques Descloitres, MODIS Rapid Response Team, NASA/GSFC)

Pangea adalah superbenua terakhir dari planet bumi – yang merupakan gabungan dari seluruh daratan besar di bumi.

Sebelum Pangaea mulai terpecah, suatu wilayah yang dikenal dengan Nova Scotia, Kanada dulunya bertetangga dekat dengan wilayah Maroko. Dan Newfoundland, sebuah pulau di wilayah Kanada pernah terhubung dengan Irlandia dan Portugal.

Sekitar 250 juta tahun yang lalu, Pangaea masih berupa satu super benua besar yang belum terpisah-pisah oleh sebuah kekuatan geologis yang membentuk benua-benua yang kita ketahui sekarang ini.

Selama bertahun-tahun, para ahli geologis berusaha mencari tahu bagaimana bentuk awal dari semua bagian-bagian daratan yang sekarang terpisah, mengapa menjadi terpisah seperti sekarang dan bagaimana akhirnya bagian-bagian daratan yang terpecah menyebar ke seluruh penjuru Bumi.

Alexander Lewis Peace, seorang asisten Profesor ilmu geologi struktural di McMaster University melakukan penelitian pada lempeng tektonik bumi, khususnya untuk mengetahui bagaimana benua-benua menjadi terpisah dan hubungannya dengan batuan  panas dan berbagai sumber alam lainnya.



Seperti yang telah diketahui, Nova Scotia dan Maroko pernah menjadi satu bagian daratan karena garis pantai atau batas daratan kedua wilayah ini sesuai satu sama lain. Dan jalur pemisah keduanya bisa ditelusuri dari struktur di dasar laut yang memisahkan keduanya.

Kini, para peneliti semakin memahami bagaimana proses pemisahan benua-benua tersebut termasuk pergerakan dari massa daratan, tetapi masih banyak yang belum bisa terungkap dan harus diteliti lebih dalam.

Bagaimana proses kedua daratan yang sebelumnya bersatu menjadi terpisah 5.000 kilometer jaraknya satu sama lain, dan bagaimana bagian daratan lainnya bisa saling terpisah seperti sekarang ini, masih terus diteliti secara mendalam dan diperdebatkan para ilmuwan.

Sebuah teori memperkirakan benua-benua tersebut terpisahkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang disebabkan oleh sebuah kekuatan yang belum diketahui asalnya. Dan teori meyakini adanya material panas di bawah bumi yang melepaskan energi ke permukaan dan menyebabkan daratan di atasnya menjadi terpisah.

Walaupun salah satu teori atau gabungan dari keduanya benar, satu fakta yang pasti: apapun yang terjadi, tidaklah berlangsung dalam waktu singkat.



Lempeng tektonik terus bergerak hingga kini sejauh tidak lebih dari beberapa milimeter setiap tahun, sangat lambat sehingga tidak pernah kita rasakan.

Perpecahan Pangaea menggunakan model rekonstruksi paleogeografi (PALEOMAP paleo Atlas, Author Provided)

Atlantik Utara

Sebuah wilayah yang masih diteliti dengan mendalam dan masih menjadi misteri adalah Atlantik Utara, sebuah wilayah yang dikelilingi oleh Greenland, Kanada bagian Utara dan Eropa bagian barat. Wilayah ini adalah tempat terjadinya tahapan terakhir perpecahan Pangaea.

Ketika wilayah Atlantik mulai terbuka, daratan di bagian barat Greenland mulai terpisah. Tetapi kemudian proses ini terhenti dan tidak berlanjut dengan pemisahan wilayah timur Greenland dan Eropa, mengapa?

Untuk memecahkan misteri ini, Peace dan dua orang koleganya bersama-sama dengan 30 orang peneliti dari berbagai bidang dalam geosains melakukan penelitian dalam wadah North Atlantic working Group.

Dalam tim peneliti ini terdapat ahli geofisika (aplikasi ilmu fisika untuk memahami proses yang terjadi di Bumi), ahli geokimia (aplikasi ilmu kimia untuk memahami komposisi dari material yang membentuk bumi) dan banyak bidang ilmu lainnya yang mempelajari struktur dan proses evolusi planet Bumi.

North Atlantic Group telah melakukan berbagai lokakarya dan menerbitkan laporan ilmiah yang mengajukan sebuah model baru untuk menjawab berbagai masalah yang selama ini belum terpecahkan tentang apa yang sebenarnya terjadi di Atlantik Utara.

Peninggalan Struktural

Dalam sejarah planet Bumi ini, daratan kontinental pernah beberapa kali mengalami proses penyatuan kembali dan kemudian terpisah kembali.

Proses penyatuan dan pemisahan daratan ini dikenal dengan “siklus supercontinental.” Dan proses ini meninggalkan banyak jejak peninggalan struktural di lempeng bumi.

Ketika Pangaea mengalami tekanan dari dalam Bumi, maka struktur yang sebelumnya telah terbentuk akan terpecah. Pada sekala yang lebih besar, perpecahan daratan membentuk Atlantik Utara hingga wilayah sebelah barat Greenland. Dan kemudian proses pemecahan daratan mengenai sabuk gunung berapi purba sehingga akhirnya terhenti di wilayah tersebut.

Sedangkan di wilayah sebelah timur Greenland, proses pemisahan daratan terus berlangsung hingga akhirnya terus melebar membentuk lautan Atlantik Utara.

Sebagai tambahan, berbagai peninggalan dari siklus lempeng tektonik masih tersisa jauh di lapisan mantel bumi dan mudah sekali mencair, bukti ini menjelaskan banyaknya batuan cair yang tersebar sebagai akibat dari proses pemisahan daratan ini.

Dan masih banyak yang harus dieksplorasi dan dipahami dari peristiwa pemisahan daratan ini, dan bagaimana kita sekarang ini bisa berada di atas daratan di antara lautan luas, masih menjadi misteri.


, The Conversation




VIAAdell
BAGIKAN