Pernahkah Anda membayangkan bagaimana bentuk kehidupan paling sederhana di Bumi bertahan dan berkembang hingga kini? Miliaran tahun sebelum tumbuhan, hewan, bahkan manusia ada, sudah ada makhluk mikroskopis yang menguasai planet ini: sel prokariota. Mereka begitu kecil hingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop, tetapi justru dari kesederhanaan inilah lahir kekuatan luar biasa—kemampuan beradaptasi, bertahan hidup di kondisi ekstrem, bahkan mendaur ulang unsur-unsur penting bagi kehidupan. Tanpa prokariota, rantai kehidupan yang kita kenal sekarang mungkin tidak pernah terbentuk.
Ciri Umum Sel
Semua sel, baik prokariota maupun eukariota, memiliki empat komponen dasar:
- Membran plasma, yaitu selaput yang membatasi bagian dalam sel dari lingkungannya.
- Sitoplasma, berupa cairan seperti gel (sitosol) yang menjadi medium bagi organel dan komponen sel lain.
- Materi genetik (DNA), yang berfungsi sebagai pembawa informasi keturunan.
- Ribosom, tempat perakitan protein dari asam amino.
Perbedaan utama antara prokariota dan eukariota terletak pada ketiadaan inti sejati dan organel bermembran pada prokariota. Hal ini menjadikan prokariota relatif lebih sederhana, meskipun secara biokimiawi mereka justru sangat beragam.
Struktur Sel Prokariota

Nukleoid
DNA prokariota tidak tersimpan di dalam inti sel, melainkan berada pada daerah yang disebut nukleoid. Nukleoid tidak dibatasi membran, berbentuk tidak teratur, dan mengandung serabut DNA yang sangat panjang. Misalnya, pada Escherichia coli, panjang DNA mencapai 1.360 mikrometer—jauh lebih besar daripada ukuran selnya yang hanya sekitar 1–2 mikrometer.
Dinding Sel dan Kapsul
Hampir semua prokariota memiliki dinding sel yang kaku, terbuat dari peptidoglikan (pada bakteri). Dinding sel berfungsi menjaga bentuk, melindungi dari tekanan osmotik, dan mencegah kekeringan.
Sebagian besar prokariota juga memiliki kapsul berupa lapisan polisakarida kental dan kenyal. Kapsul membantu sel menempel pada permukaan, melindungi dari fagositosis, serta meningkatkan daya tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem.
Membran Plasma
Selain berperan sebagai pengatur lalu lintas molekul (transportasi selektif), membran plasma pada prokariota juga menjadi lokasi utama berbagai proses biokimia: respirasi sel, fotosintesis (pada sianobakteri), serta pembentukan energi. Pada beberapa bakteri fotosintetik, membran membentuk lipatan-lipatan khusus yang disebut mesosom, tempat melekatnya enzim dan pigmen fotosintetik.
Sitoplasma dan Ribosom
Sitoplasma prokariota kaya akan ribosom berukuran 70S (lebih kecil daripada ribosom eukariota). Ribosom ini terdiri atas sekitar 50 protein dan beberapa RNA, berfungsi menyintesis protein yang dibutuhkan sel. Selain itu, pada beberapa prokariota dapat ditemukan vesikel atau vakuola kecil dengan fungsi beragam, misalnya menyimpan cadangan gas atau nutrien.
Struktur Permukaan
- Flagela: alat gerak berbentuk cambuk yang memungkinkan sel bergerak menuju sumber nutrisi atau menjauhi zat berbahaya.
- Pili: struktur menyerupai rambut yang berperan dalam transfer materi genetik antarsel melalui proses konjugasi.
- Fimbriae: serabut pendek dan banyak, berfungsi membantu sel menempel pada permukaan atau inang.
Ukuran dan Keterbatasan Sel Prokariota
Ukuran sel prokariota sangat kecil, umumnya berdiameter 0,1–5,0 μm, jauh lebih kecil daripada eukariota (10–100 μm). Ukuran kecil ini memberi keuntungan: difusi zat terlarut dan pembuangan limbah dapat berlangsung cepat. Namun, ada keterbatasan: semakin besar ukuran sel, semakin kecil rasio luas permukaan terhadap volume. Jika sel terlalu besar, membran plasma tidak mampu lagi menunjang pertukaran zat secara efisien. Inilah salah satu alasan mengapa prokariota tetap berukuran kecil, sementara eukariota berevolusi dengan organel bermembran untuk mengatasi masalah ini.
Keanekaragaman dan Adaptasi
Walaupun struktur sel prokariota tampak sederhana, kemampuan biokimiawinya sangat luar biasa. Banyak bakteri dan sianobakteri dapat memanfaatkan senyawa anorganik sederhana—air, karbon dioksida, nitrogen, fosfor, dan sulfur—untuk menghasilkan semua molekul organik yang diperlukan. Beberapa bahkan mampu melakukan fotosintesis atau kemosintesis, menjadikan prokariota sebagai pionir kehidupan yang mampu hidup di berbagai habitat, mulai dari tanah, air, hingga lingkungan ekstrem seperti mata air panas dan dasar laut.
Kesimpulan
Sel prokariota merupakan unit kehidupan yang sederhana namun efisien, dengan adaptasi luar biasa yang memungkinkan mereka bertahan di hampir semua lingkungan di Bumi. Dari sisi ukuran kecilnya, dinding sel pelindung, nukleoid yang tidak bermembran, hingga ragam struktur permukaan seperti flagela dan pili, semua komponen ini mencerminkan desain biologis yang efektif. Kesederhanaan struktural mereka justru menjadi dasar bagi kompleksitas biokimia yang memungkinkan prokariota menjadi kelompok organisme paling berlimpah dan beragam di planet ini.
🔬 Fun Fact Sel Prokariota
- 🌍 Makhluk Tertua di Bumi
Prokariota sudah ada lebih dari 3,5 miliar tahun lalu, jauh sebelum tumbuhan, hewan, atau manusia. Mereka adalah pionir kehidupan di Bumi. - ✨ Jumlahnya Luar Biasa
Diperkirakan jumlah sel prokariota di Bumi mencapai 5 nonilion (5 × 10³⁰) sel — lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi. - 🔍 Ukuran Super Mini
Rata-rata prokariota hanya 0,1–5 mikrometer. Puluhan ribu bakteri bisa muat di ujung jarum. - 🛡️ Ahli Bertahan Hidup
Ada prokariota yang bisa hidup di:- 🌋 Mata air panas mendidih
- ❄️ Es kutub
- 🌊 Laut dalam bertekanan tinggi
- 🧪 Larutan asam pekat
- ⚡ Tanpa Organel, Tapi Efisien
Meski tak punya inti sel atau mitokondria, prokariota tetap mampu fotosintesis, respirasi, dan menghasilkan energi. - 💊 Sumber Antibiotik & Makanan
Beberapa bakteri menghasilkan antibiotik alami (contoh: Streptomyces → streptomisin), sementara yang lain bermanfaat dalam fermentasi yoghurt 🥛 dan keju 🧀. - 🧵 DNA Super Panjang
DNA satu sel bakteri bisa ratusan kali lipat lebih panjang dari ukurannya. DNA ini dikemas rapat di nukleoid. - 🌱 Pilar Kehidupan di Alam
Prokariota berperan penting dalam siklus unsur, misalnya mengikat nitrogen 🌿 agar bisa dipakai tumbuhan.
SEL PROKARIOTIK: SEDERHANA ≠ LEMAH
Klik tiap kartu untuk membuka ringkasan fungsi & adaptasi
Perbandingan Cepat
Jauh sebelum tumbuhan, hewan, dan manusia, prokariota telah menguasai Bumi. Dari bentuk yang sederhana lahir ketahanan, keanekaragaman biokimia, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan paling ekstrem.
Tanpa inti sejati
DNA berada di nukleoid, tidak bermembran.
Tanpa organel bermembran
Tetap efisien: respirasi/fotosintesis terjadi di membran.
Kecil & cepat
0,1–5 μm → difusi & pertukaran zat lebih cepat.
Membran Plasma
Batas & trafik
Selaput selektif yang membatasi sel dari lingkungan dan mengatur transport molekul. Pada prokariota, membran juga lokasi respirasi, fotosintesis (sianobakteri), dan pembentukan energi.
Sitoplasma
Media reaksi
Cairan mirip gel (sitosol) tempat metabolisme berlangsung; dapat mengandung vesikel/vakuola kecil untuk cadangan gas/nutrien.
DNA
Informasi genetik
Materi genetik yang mengkode seluruh fungsi dan pewarisan. Pada bakteri seperti E. coli, panjang DNA dapat >1.000 μm, dikemas rapat dalam ruang sel 1–2 μm.
Ribosom 70S
Pabrik protein
Tersusun dari rRNA & ~50 protein; menerjemahkan mRNA menjadi protein. Lebih kecil dari ribosom eukariotik (80S) namun sangat efisien.
Nukleoid
DNA tanpa membran
Daerah tidak beraturan yang menampung kromosom utama. Tidak dikelilingi membran; sering dilengkapi plasmid (DNA kecil ekstra) untuk gen adaptif.
Dinding Sel
Bentuk & proteksi
Kebanyakan bakteri: peptidoglikan → menjaga bentuk, melawan tekanan osmotik, mencegah lisis/kekeringan.
Kapsul
Perisai lengket
Lapisan polisakarida kental; membantu menempel pada permukaan, menghindari fagositosis, dan tahan kondisi ekstrem.
Lipatan Membran
Mesosom/tilakoid
Pada sebagian bakteri fotosintetik, membran membentuk lipatan khusus (mesosom/tilakoid) sebagai lokasi enzim respirasi/fotosintesis.
Struktur Permukaan
Gerak & adhesi
- Flagela: gerak seperti cambuk.
- Pili: transfer DNA (konjugasi).
- Fimbriae: melekat ke permukaan/inang.
Ukuran & Rasio
0,1–5 μm
Kecil → surface area/volume tinggi → difusi cepat. Batasan ukuran mencegah sel terlalu besar karena transport melalui membran jadi tidak efisien.
Keanekaragaman
Metabolik & habitat
Memakai H₂O, CO₂, N, P, S untuk membangun molekul organik; bisa foto/kemosintesis. Hidup di tanah, air, mata air panas, laut dalam, es kutub, hingga larutan asam.
Peran Ekologis
Siklus unsur
Pengikat nitrogen, pendaur ulang hara, pengurai; tanpa prokariota, rantai kehidupan modern sulit terbentuk.
Fun Fact Sel Prokariota
Kesimpulan
Sel prokariota: sederhana namun efisien. Dinding sel pelindung, nukleoid tanpa membran, membran multifungsi, dan struktur permukaan (flagela/pili/fimbriae) membentuk desain biologis yang efektif dan adaptif—pondasi bagi kehidupan di Bumi.
Soal Latihan Sel Prokariota
Results
#1. Komponen berikut yang dimiliki semua sel adalah…
#2. Ciri utama sel prokariota yang membedakannya dari eukariota adalah…
#3. Materi genetik pada prokariota terutama berada di daerah…
#4. Fungsi kapsul pada banyak bakteri adalah…
#5. Struktur permukaan yang digunakan bakteri untuk pertukaran materi genetik saat konjugasi adalah…
#6. Ukuran tipikal sel prokariota adalah…
#7. Mengapa sel berukuran terlalu besar menjadi kurang efisien?
#8. Pada banyak bakteri, dinding sel terutama tersusun atas…
#9. Di manakah banyak proses respirasi dan fotosintesis (pada sianobakteri) berlangsung pada prokariota?
#10. Ribosom prokariota berukuran…
Referensi
- OpenStax Biology 2e – Chapter 4.2: Prokaryotic Cells
→ https://openstax.org/books/biology-2e/pages/4-2-prokaryotic-cells - OpenStax Concepts of Biology – Comparing Prokaryotic and Eukaryotic Cells
→ https://openstax.org/books/concepts-biology/pages/3-2-comparing-prokaryotic-and-eukaryotic-cells - EcampusOntario Microbiology (OER Pressbooks) – Unique Characteristics of Prokaryotic Cells
→ https://ecampusontario.pressbooks.pub/microbio/chapter/unique-characteristics-of-prokaryotic-cells/ - Biology – University of Hawai‘i (Pressbooks OER) – Prokaryotic Diversity
→ https://pressbooks-dev.oer.hawaii.edu/biology/chapter/prokaryotic-diversity/ - Biology – University of Hawai‘i (Pressbooks OER) – Beneficial Prokaryotes
→ https://pressbooks-dev.oer.hawaii.edu/biology/chapter/beneficial-prokaryotes/ - Lumen Learning (OER Biology) – Comparing Prokaryotic and Eukaryotic Cells
→ https://courses.lumenlearning.com/wmopen-biology1/chapter/comparing-prokaryotic-and-eukaryotic-cells/