Beranda Rekomendasi 5 Tips Pengelolaan Keuangan untuk Usaha Kecil Baru

5 Tips Pengelolaan Keuangan untuk Usaha Kecil Baru

101
BAGIKAN
Foto: Ari Saputra

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memulai bisnis baru, dan pengelolaan uang mungkin akan berada di daftar teratas.Berikut ini adalah 5 tips pengelolaan keuangan perusahaan untuk usaha kecil yang baru Anda mulai.

1. Ketahui Biaya Hidup Minimum Anda

Jika Anda masih pemula dalam mengelola usaha kecil Anda, tip ini sangat penting dalam beberapa tahun pertama. Hitunglah berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk hidup dan ambil uang itu dari pendapatan bisnis Anda. Dengan sisa keuntungan Anda, berinvestasilah kembali ke perusahaan Anda. Dan gunakan untuk mengembangkan perusahaan. Anda harus bisa menganggarkan dana dengan konsisten.

Memang menarik ketika mendapatkan uang dari bisnis Anda, tetapi banyak pemilik baru yang menggunakannya untuk liburan besar atau membeli rumah yang lebih bagus. Tahanlah diri dulu. Tunggu sampai bisnis Anda sedikit lebih mapan dalam beberapa tahun, baru Anda dapat mulai mengambil keuntungan lebih banyak untuk diri sendiri.

2. Jangan Mempekerjakan Karyawan Terlalu Dini

Dalam usaha kecil yang masih awal, biaya terbesar, sejauh ini, meliputi gaji. Ketika perusahaan Anda semakin sibuk dan sepertinya terlalu berat bagi Anda untuk mengerjakannya sendirian, sangat menggoda untuk menyewa anggota karyawan baru saat itu juga.

Namun, Anda harus memastikan bahwa hal itu benar-benar sudah diperlukan. Jangan mempekerjakan karyawan sampai Anda benar-benar membutuhkannya. Selalu maksimalkan karyawan yang sudah ada dan pastikan bahwa semua karyawan bekerja seoptimal mungkin.

3. Gunakan Strategi “JIT”

“JIT” adalah singkatan “just in time”. Ini adalah strategi untuk mengurangi biaya pinjaman atau persediaan. Misalnya, jika Anda mengantisipasi bahwa Anda akan memerlukan Rp 100.000.000 untuk menutupi biaya overhead untuk tahun depan, jangan meminjam Rp 100.000.000 sekaligus.

Jika Anda melakukannya, Anda akan membayar bunga dari uang tersebut pada bulan Januari padahal Anda belum akan benar-benar menggunakan uang itu sampai akhir tahun.

Sebaliknya, ajukan permohonan pinjaman Rp 25.000.000 untuk beberapa bulan pertama tahun ini. Kemudian, ajukan permohonan lain sebesar Rp 25.000. Dengan mengikuti model ini, Anda akan mengurangi jumlah keseluruhan bunga yang perlu Anda bayarkan ke bank.

Pada akhirnya, Anda akan bisa menambah dan menghemat sejumlah uang yang cukup besar dalam jangka panjang.

4. Negosiasi Dengan Vendor

Ketika berhadapan dengan kontraktor luar atau vendor, seperti jasa pengiriman, katering, listrik, atau jasa kebersihan, jangan takut untuk menegosiasikan persyaratan perjanjian. Gunakan vendor yang memungkinkan Anda untuk membayar hingga tiga puluh hari setelah diterimanya jasa alih-alih vendor yang meminta Anda membayar di tempat.

Tenggang waktu ini memungkinkan Anda untuk mengelola uang Anda dengan lebih baik dan menempatkan tagihan Anda dalam urutan prioritas. Banyak vendor yang memang memungkinkan metode ini Namun, seandainya mereka mengharapkan pembayaran di tempat, Anda masih bisa mencoba bernegosiasi.

5. Jangan Gunakan Uang Yang Harusnya Digunakan Untuk Pajak

Pemilik usaha memiliki tenggang waktu untuk melaporkan pendapatannya kepada negara untuk pembayaran pajak. Sebagai pemilik bisnis, sangatlah penting untuk menjaga dana pajak tersebut benar-benar terpisah dari dana lainnya. Jangan gunakan uang ini untuk investasi atau biaya overhead.

Selain pajak, mungkin ada beberapa kewajiban lainnya yang harus Anda lakukan, yang masih berada di bawah kendali pemerintah. Jangan gunakan uang yang telah Anda sisihkan ini. Kebiasaan ini akan membuat Anda kesusahan nantinya. Ada pula penalti dari pemerintah jika Anda tidak melakukan kewajiban.