Beranda Topik Utama BYD China Luncurkan SkyRail Komersial Pertamanya

BYD China Luncurkan SkyRail Komersial Pertamanya

135
BAGIKAN
Ilustrasi (Pixabay)
Produsen mobil listrik asal China, BYD, meluncurkan layanan kereta monorel komersial pertamanya atau Skyrail di Yinchuan, Ibu Kota Ningxia Hui, pada Jumat pekan lalu. Adapun peluncuran produk terbaru BYD ini sebagai salah satu langkah untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.
“Sistem transit massal solusi yang diperlukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota. Peluncuran SkyRail menunjukkan bagaimana produk inovatif BYD dapat membantu mengurangi kemacetan di daerah perkotaan di seluruh dunia,” kata Direktur Utama BYD, Wang Chuanfu, seperti yang dilansir dari chinadaily.com.
SkyRail merupakan sistem monorel tipe straddle pertama di China. Dengan demikian, BYD memiliki hak kekayaan intelektual untuk desain dan aspek lainnya. Untuk mengembangkan sistem baru ini, perseroan telah menghabiskan waktu sekitar lima tahun dengan biaya mencapai 5 miliar yuan.
Sementara untuk pembangunan konstruksi SkyRail dimulai sejak April dengan proses pengerjaan sekitar empat bulan. Konstruksi tersebut menelan biaya keseluruhan sekitar 600 juta yuan (91 juta dolar AS).
Sistem SkyRail memiliki tujuh kereta yang masing-masing memiliki tiga kabin. Setiap kabin bisa mengangkut sekitar 170 penumpang dengan kecepatan hingga 80 kilometer per jam.
Perseroan akan mencoba sistem monorel pertama pada Oktober yang berlokasi di kantor pusatnya yaitu di Shenzhen. Perusahaan juga berencana membangun lebih banyak jalur SkyRail di 20 kota di China pada 2018. Hal ini sesuai target Yinchuan yang akan membangun jaringan monorel sepanjang 300 km di masa depan.
Minggu ini, BYD juga akan membangun monorel di luar negeri pertama di kota Iloilo, Filipina. Sistem monorel di Filipina tersebut ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2019.
Dengan adanya produk baru Skyrail ini diharapkan bisa menggenjot pertumbuhan pendapatan perseroan. Bahkan, seorang analis di Ping an Securities, Wang De’an, menyebutkan jika perseroan akan meraih pendapatan 5 sampai 6 miliar yuan tahun ini dan 30 miliar yuan tahun depan.
Sebelumnya, selama semester I tahun ini perseroan telah membukukan laba bersih 1,72 miliar yuan atau mengalami penurunan 23,8 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year). Bahkan dengan adanya peluncuran produk Skyrail bisa mengembalikan saham perseroan yang sempat turun di Shenzhen dan Hong Kong.