BAGIKAN
(Jaralee Annice Metcalf / Facebook)

Mencuci tangan seringkali dipandang sebagai suatu kebiasaan yang sepele, tetapi sebenarnya sangat penting dan harus selalu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan juga kesehatan diri. Sekitar 98 persen kuman yang masuk ke dalam tubuh bersumber dari tangan, karena tangan merupakan bagian dari anggota tubuh yang sering bersentuhan dengan kotoran, dan juga digunakan untuk memegang dan memasukkan makanan dan minuman ke dalam tubuh. Sangat penting untuk memulai kebiasaan cuci tangan sejak usia dini. Dan bagaimana cara paling mudah untuk menunjukkan secara visual tentang pentingnya mencuci tangan pada anak-anak?

Dayna Robertson, seorang guru dari Discovery elementary School di Idaho Falls, baru-baru ini membagikan sebuah eksperimen yang dilakukannya di kelas melalui di sosial media, dan yang dibutuhkan hanyalah beberapa lembar roti.

Bersama dengan rekan kerjanya dan Jara Lee Metcalf, seorang spesialis perilaku, Robertson melakukan aktifitas seperti biasa di ruangan kelas dengan murid-muridnya; mereka meminta anak-anak dengan berbagai tingkatan kebersihan  tangan untuk menyentuh selembar roti tawar yang diambil dari bungkus roti yang sama pada hari yang sama.




Kemudian, mereka menyimpan roti tersebut dalam kantong-kantong plastik untuk melihat apa yang akan terjadi satu bulan kemudian.

(Jaralee Annice Metcalf/Facebook)

Kami mengambil selembar roti tawar dan menyentuhnya dengan tangan,” Metcalf akan menjelaskan dalam akun facebook-nya yang kemudian menjadi viral, telah dibagikan sebanyak 65.000 kali dan terus bertambah hingga kini.

“Kami menyentuh setiap lembar roti yang belum tersentuh tangan, satu dengan tangan yang tidak dicuci. Satu dengan tangan yang telah diberi hand sanitiser. Satu dengan tangan yang telah dicuci dengan air hangat dan sabun. Kemudian kami mengusapkan satu lembar roti diatas Chromebook yang ada di kelas kami.”

(Jaralee Annice Metcalf/Facebook)

Spesimen roti yang telah diusap pada Chromebook terlihat terkontaminasi pada permukaannya, demikian juga lembaran roti lainnya yang telah tersentuh, dengan satu pengecualian pada lembar roti yang tersentuh tangan yang telah dicuci dengan sabun dan air (dan juga lembaran “kontrol” yang langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik tanpa tersentuh oleh tangan).



Dan seperti yang bisa anda lihat, lembaran roti yang tidak tersentuh tangan terlihat masih dalam kondisi baik, begitu juga hampir di keseluruhan bagian dari lembaran roti ‘sabun & air’.

Dan kondisi lembaran roti lainnya? Tidak terlihat baik.

(Jaralee Annice Metcalf/Facebook)

Lembaran roti ‘chromebook’ dan ‘tangan tidak dicuci’ dipenuhi oleh pertumbuhan jamur yang berasal dari kontaminan mikrobial, dan lembaran ‘hand sanitiser’ adalah contoh yang sangat jelas yang menunjukkan bahwa hand sanitizer tidak bisa menggantikan pencucian tangan dengan air dan sabun untuk membersihkan tangan.

Eksperimen yang dilakukan oleh guru sekolah ini adalah salah satu materi pengajaran yang memang selalu diajarkan kepada murid-murid sekolah dasar selama bertahun-tahun; dan instruksi yang dituliskan oleh Robertson dan Metcalf diikuti dan dituliskan kembali dalam situs rumah sakit anak C.S Mott di Michigan, AS.

Dan eksperimen ruang kelas klasik ini telah dipraktekkan di ruang-ruang kelas di seluruh dunia. Dan bagi setiap guru yang ingin melakukan eksperimen ini di kelasnya, sebaiknya terlebih dahulu memastikan eksperimen ini telah memenuhi prosedur kesehatan dan keselamatan sekolah masing-masing. Karena tidak semua negara mengizinkan adanya eksperimen menumbuhkan mikroba di lingkungan sekolah dasar.

(Jaralee Annice Metcalf/Facebook)

Detail lengkap tentang apa yang anda butuhkan untuk ‘eksperimen higienitas tangan’ bisa dilihat di sini, dan juga diberikan penjelasan mengenai mengapa dan bagaimana teknik mencuci tangan yang baik.




“Anda harus mencuci tangan anda, sebelum, selama dan sesudah mempersiapkan makanan,” Terri Stillwell, seorang staf epidemiologist memberikan penjelasan.

“Juga bersihkan tangan sebelum anda makan, setelah menggunakan kamar kecil, setelah membersihkan hidung anda, setelah menyentuh hewan, dan setiap kali tangan anda terlihat kotor.”

(Jaralee Annice Metcalf/Facebook)

Memang terdengar merepotkan bagi yang tidak terbiasa, tetapi kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman penyakit dan penyakit-penyakit menular, yang bersumber dari kotoran yang tersentuh oleh tangan anda setiap waktu.

Dan sayangnya, banyak riset yang menunjukkan bahwa walaupun banyak orang yang tahu bahwa mencuci tangan dengan baik sangat penting, banyak yang tidak melakukannya, dan walaupun mereka melakukannya, tetapi tidak dilakukan dengan benar.



Dan diharapkan, setidaknya bagi anak-anak pada satu kelas di Idaho, pentingnya mencuci tangan telah menjadi pemahaman yang selalu diingat oleh mereka sepanjang hidup, berkat eksperimen yang hasilnya telah membuat mereka paham.

“Para murid terlihat jijik ketika melihat hasil eksperimen kami,” kata Robertson.

“Mereka sudah menyadari pentingnya mencuci tangan dengan baik, dan mereka juga akhirnya tahu, bahwa hand sanitiser tidaklah cukup membunuh semua kuman di tangan, mereka memilih mencuci tangan dengan air dan sabun.”