BAGIKAN
“Landasan pacu tak berujung” adalah sebuah konsep baru bandara dari ilmuwan Belanda Henk Hesselink, terdiri dari 3,5 KM diameter putaran landasan pacu yang mengelilingi bangunan terminal. Landasan sirkular yang bisa mengakomodasi hingga tiga pesawat untuk lepas landas dan mendarat pada saat yang bersamaan dan hanya memerlukan sepertiga ruang bandara konvensional untuk mengatasi situasi penerbangan tertunda akibat kondisi angin, landasan pacu Hesselink dirancang sebagai sebuah konsep independen dari perubahan kecepatan dan arah angin, karena selalu ada titik tanpa bertabrakan dengan angin di jalur melingkar.

Ide Hesselink atas ‘landasan pacu tak berujung’ terealisasi setelah menonton pendaratan pesawat yang bertabrakan dengan angin, dan memunculkan ide untuk memperbaiki situasi. Bentuk landasan pacu yang berbelok memungkinkan untuk digunakan dalam semua kondisi angin kencang, sehingga pesawat dapat lepas landas dan mendarat pada setiap titik di lingkaran. Di sisi lain, Pesawat dapat memilih mendarat pada titik di mana kecepatan angin minimal, dengan adanya perubahan arah anginpun, pesawat dapat bergerak seiring dengan arah angin, sehingga mencegah pendaratan bergelombang dan mahalnya operasional bila dilakukan perubahan arah landasan. Jalur berbentuk cincin memastikan pesawat selalu searah dengan angin ketika harus lepas landas dan mendarat.

Landasan melingkar memungkinkan pesawat untuk lepas landas dan mendarat di segala arah

Seiring dengan meningkatnya pengalaman terbang penumpang, Hesselink percaya landasan pacu berbentuk cincin dapat memiliki dampak lingkungan yang positif. Karena pesawat tidak perlu bersaing dengan angin silang yang kuat, sehingga akan menggunakan lebih sedikit bahan bakar di daerah sekitar lapangan terbang. Pesawat juga dapat terbang dari segala arah dan memberikan pilot kontrol yang lebih besar di mana untuk terbang, dan di mana area yang perlu dihindari untuk terbang. Peningkatan pilihan dalam arah take-off dan landing akan menjadi langkah besar dalam mengelola kondisi lalu lintas udara, yang meningkat pesat yang ukurannya bertambah dua kali setiap 15 tahun.

Proyek ‘runway tak berujung’ ini didukung oleh NLR, salahsatu perusahaan dirgantara besar.

 

Landasan melingkar sendiri panjangnya setara dengan tiga lapangan terbang lurus, tetapi tim Hesselink ini telah menghitung bahwa desain ini akan mampu menangani tuntutan normal untuk empat landasan pacu, sehingga bandara hanya memerlukan luas lahan yang sedikit. Proyek ‘landasan pacu tak berujung’ ini didukung oleh pusat dirgantara belanda (NLR), DLR Jerman dan ONERA Perancis .