Orca telah lama dikenal sebagai predator puncak yang cerdas, bekerja sama dalam kelompok, dan mampu mengembangkan berbagai strategi berburu sesuai jenis mangsanya. Namun, penelitian terbaru di Teluk California mengungkap perilaku yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Para ilmuwan merekam orca yang bekerja sama memproses seekor ikan matahari (sunfish) dengan cara yang sangat tidak biasa: satu individu menahan mangsa, lalu melepaskannya tepat sebelum orca lain menabraknya dengan kecepatan tinggi hingga tubuh ikan terpecah menjadi potongan-potongan kecil.
Temuan ini berasal dari dua peristiwa yang terjadi dengan selang waktu lebih dari satu tahun. Dalam kedua kejadian tersebut, seekor orca memegang ikan matahari pada bagian sirip ekor, sementara orca lain berenang cepat dan menghantam tubuh mangsa. Benturan yang sangat kuat menyebabkan tubuh ikan terfragmentasi sehingga potongan-potongan daging tersebar di air dan lebih mudah dikonsumsi oleh anggota kelompok, termasuk individu muda.
Strategi yang belum pernah didokumentasikan
Hal yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa teknik yang disebut “hold-to-ram” tersebut belum pernah dilaporkan sebagai bagian dari perilaku berburu orca.
Menurut para peneliti, tindakan ini kemungkinan bukan bertujuan membunuh mangsa, melainkan sebagai cara memprosesnya. Pada kedua pengamatan, ikan matahari diperkirakan sudah mati sebelum benturan dilakukan.
Dalam salah satu kejadian, seekor orca betina menahan ikan matahari sementara seekor orca jantan berenang dengan kecepatan tinggi menuju mangsa. Tepat sebelum tabrakan terjadi, ikan dilepaskan sehingga tubuhnya menerima benturan secara langsung dan pecah menjadi fragmen-fragmen kecil.
Peristiwa kedua, yang direkam secara independen lebih dari setahun kemudian, memperlihatkan pola perilaku yang hampir identik. Kemunculan pola yang sama pada dua kesempatan berbeda memperkuat dugaan bahwa tindakan tersebut merupakan strategi yang disengaja, bukan sekadar perilaku acak.
Mengapa ikan matahari mudah terfragmentasi?
Ikan matahari, termasuk sharp-tail sunfish (Masturus lanceolatus), merupakan salah satu ikan bertulang terbesar di dunia. Spesies ini dapat tumbuh hingga beberapa meter dan sering muncul di dekat permukaan laut untuk mengatur suhu tubuh atau membersihkan parasit.
Di Teluk California, ikan matahari menjadi salah satu mangsa yang cukup sering diburu orca.
Para peneliti menduga jaringan tubuh ikan matahari relatif lunak sehingga mudah rusak ketika menerima benturan berenergi tinggi. Saat dihantam orca yang berenang sangat cepat, tubuhnya dapat terfragmentasi lebih mudah dibandingkan mangsa lain. Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa dugaan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan belum tentu berlaku pada semua spesies sunfish.
Koordinasi yang menunjukkan kecerdasan sosial
Pengamatan ini juga memperlihatkan tingkat koordinasi yang luar biasa.
Seekor orca bertugas menahan posisi mangsa agar tetap stabil, sementara individu lain datang dengan lintasan dan kecepatan yang sangat presisi. Keberhasilan strategi tersebut menunjukkan adanya komunikasi dan kerja sama yang baik di antara anggota kelompok.
Para peneliti mengemukakan dua kemungkinan untuk menjelaskan fungsi perilaku ini.
Hipotesis pertama adalah parental investment, yaitu upaya individu dewasa memudahkan anak atau remaja memperoleh makanan dengan memecah mangsa menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
Hipotesis kedua adalah bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari permainan sosial (social play), mengingat orca dikenal sering berinteraksi dengan mangsanya bahkan setelah mangsa tidak lagi hidup.
Kedua penjelasan ini tidak saling bertentangan. Pada mamalia sosial seperti orca, satu perilaku dapat memiliki lebih dari satu fungsi sekaligus, misalnya untuk memberi makan, mengajarkan teknik berburu kepada individu muda, sekaligus memperkuat hubungan sosial dalam kelompok.
Menambah daftar strategi berburu orca
Penemuan ini memperkaya pemahaman mengenai keragaman strategi berburu orca.
Sebelumnya, orca telah diketahui menggunakan berbagai teknik, seperti mengepung kawanan ikan, menciptakan gelombang untuk menjatuhkan anjing laut dari bongkahan es, hingga berburu paus yang ukurannya jauh lebih besar daripada tubuh mereka sendiri.
Strategi “menahan lalu menabrakkan” menunjukkan bahwa orca tidak hanya mampu menangkap mangsa, tetapi juga memodifikasi cara memprosesnya agar lebih efisien. Dalam konteks kehidupan sosial mereka, perilaku ini berpotensi meningkatkan akses makanan bagi individu muda sekaligus mendukung pola berbagi makanan di dalam pod.
Mengapa penelitian ini penting?
Dari sudut pandang etologi, penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku orca di alam liar masih menyimpan banyak misteri.
Para peneliti menekankan pentingnya dokumentasi visual berkualitas tinggi agar setiap individu dapat diidentifikasi melalui bentuk sirip punggung dan pola bercak putih di sekitar mata. Identifikasi tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah perilaku ini merupakan tradisi berburu yang dimiliki kelompok tertentu atau lebih luas ditemukan pada populasi orca lainnya.
Lebih jauh lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa observasi lapangan tetap menjadi bagian penting dalam ilmu perilaku hewan. Bahkan pada spesies yang telah dipelajari selama puluhan tahun, perilaku baru masih dapat ditemukan ketika tersedia dokumentasi yang memadai.
Laut masih menyimpan banyak kejutan
Salah satu aspek paling menarik dari temuan ini adalah kemungkinan bahwa perilaku tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan memperoleh makanan. Pada orca, batas antara berburu, belajar, dan bermain sering kali tidak jelas. Dalam satu rangkaian tindakan, mereka dapat menunjukkan kekuatan, koordinasi, kemampuan memecahkan masalah, dan interaksi sosial yang kompleks.
Penelitian ini kembali mengingatkan bahwa lautan masih menyimpan banyak perilaku hewan yang belum terungkap. Setiap pengamatan baru tidak hanya memperkaya pemahaman tentang orca, tetapi juga membuka jendela terhadap evolusi kecerdasan, kerja sama, dan budaya pada mamalia laut yang menjadi salah satu predator paling cerdas di dunia.
Sumber:
Ayres, K., dkk. (2026). Novel “hold-to-ram” prey processing behavior in killer whales (Orcinus orca) targeting sharp-tail sunfish (Masturus lanceolatus). Frontiers in Ethology. Ringkasan penelitian tersedia di Frontiers News




























