BAGIKAN
[NASA /Don Davis]

Sebuah tim kecil peneliti dari AS dan Tunisia telah menemukan bukti yang menunjukkan asteroid besar yang menghantam Bumi sekitar 66 juta tahun yang lalu sehingga telah menyebabkan planet ini memanas selama sekitar 100.000 tahun. Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Science, kelompok ini menjelaskan studi mereka tentang rasio oksigen pada tulang ikan purba dan apa yang diungkapkannya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sekitar 66 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid besar menghantam Bumi pada sebuah tempat di mana sekarang bernama Chicxulub, Meksiko. Penelitian lain menunjukkan perubahan mendadak dalam iklim yang dihasilkan adalah apa yang menyebabkan dinosaurus punah. Keyakinannya adalah bahwa asap dan partikel yang masuk ke atmosfer menghalangi sinar matahari sehingga menyebabkan planet menjadi lebih dingin untuk jangka waktu yang lama.

Dalam upaya terbaru ini, para peneliti memperkirakan kemungkinan periode pendinginan lebih singkat dari yang telah diperkirakan dan diikuti dengan musim panas yang panjang. Para peneliti sampai pada kesimpulan ini didasari dengan mempelajari tulang dan gigi ikan purba.

Jasad ikan diayak dari sampel sedimen yang dikumpulkan di sebuah lokasi di El Kef, Tunisia. Selama waktu sebelum dan  setelah serangan asteroid, daerah itu tertutup oleh Laut Tethys. Para peneliti menjumpai rasio oksigen dalam jasad ikan sebagai sarana untuk menentukan suhu air pada saat ikan tersebut mati.

Dengan melakukan pengumpulan sampel dari berbagai lapisan memungkinkannya untuk membangun sebuah garis waktu terkait suhu yang dimulai sebelum serangan asteroid dan sesudahnya yang berlangsung ratusan ribu tahun. Dalam meneliti garis waktunya, kelompok tersebut menemukan bahwa suhu laut telah meningkat sekitar 5 °C tidak lama setelah asteroid menghantam dan tetap berada pada suhu tersebut selama sekitar 100.000 tahun.

Para peneliti memperkirakan serangan oleh asteroid sangat mungkin melepaskan banyak karbon dioksida ke atmosfer karena area tanah di mana ia menyerang menjadi kaya akan karbonat. Serangan asteroid juga akan sangat mungkin memicu kebakaran hutan besar dalam waktu yang lama sehingga akan merilis karbon dalam jumlah yang banyak ke udara. Bukti menunjukkan bahwa pendinginan setelah dampak itu berumur lebih singkat dari sebelumnya yang telah diperkirakan karena sebanding dengan sejumlah besar karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer sehingga memicu pemanasan global.

Para peneliti mencatat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan mereka. Situs lain harus ditemukan dengan bukti serupa, misalnya, untuk membuktikan bahwa pemanasan tidak terlokalisasi.