BAGIKAN

Kotak tanaman bisa dipadukan bersama untuk membuat kebun dan taman mini, dengan sistem konstruksi sederhana yang dirancang oleh arsitek Denmark Sine Lindholm dan Mads-Ulrik Husum.

Duo ini, yang mengelola sebuah studio bernama Husum & Lindholm Architects, ingin mempermudah setiap orang untuk dapat membangun sebuah taman tiga dimensi hasil karya mereka sendiri – kotak bangunan modular ini bisa dikembangkan sesuai selera , dengan pemasangan dalam konfigurasi yang berbeda-beda.

Mereka berencana membuat desain open-source, jadi siapa saja yang memiliki mesin CNC dapat menghasilkan komponen kayu lapis, kemudian menggunakannya untuk menciptakan struktur yang tertutup tanaman yang desainnya paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Sebagai arsitek, kita harus mengatasi teknologi terbaru,” kata Lindholm. “Kita harus memikirkan bagaimana kita bisa membangun dan menghasilkan desain yang bisa dipahami orang, dan ┬ámereka pun dapat membangunnya oleh mereka sendiri.”

Para arsitek mempresentasikan desain mereka di Biennale Arsitektur Seoul perdana, sebuah pameran yang menampilkan gagasan dan strategi untuk kota-kota di masa depan.

Sistem ini terdiri dari hanya enam bagian, yang mencakup kotak tanam berukuran standar, rak dan bahan bangunan.

“Ini seperti sistem Lego,” kata Lindholm pada Dezeen. “Bagian-bagiannya bisa diputar secara vertikal dan horizontal, jadi sangat fleksibel. Anda benar-benar bisa bergaya bebas, dan membangun apapun yang Anda inginkan.”

Lindholm dan Husum pertama kali mulai mengembangkan desainnya pada tahun 2016, bekerja sama dengan laboratorium inovasi IKEA Space10. Bersama-sama, mereka menghasilkan Growroom, sebuah desain taman bola yang mereka sajikan di CHART Art Fair di Kopenhagen dan IKEA Festival di Milan.

Umpan balik yang mereka dapatkan tentang desain itu membuat mereka mengembangkan sistem yang lebih fleksibel, cocok untuk segala ruang dengan ukuran atau bentuk apa pun. Mereka menyebut desain barunya ini: Growmore.

“Anda bisa memilikinya di dalam rumah atau di luar ruangan, Anda bisa menggunakannya untuk membagi ruangan, atau Anda bisa menggunakannya sebagai cara cepat dalam membangun ruang yang sangat lapang dan transparan,” kata Lindholm.

Lindholm dan Husum telah menggunakan sistem ini untuk menciptakan tiga struktur yang berbeda, yang dihiasi di sekitar Desa Museum Donuimen – salah satu dari dua tempat utama biennale tersebut.

Yang pertama adalah “ruang urban”, yang dipenuhi bunga yang menarik lebah. Ada juga struktur melingkar yang ditanam dengan tanaman herba dan sayuran, yang menyajikan restoran di tempat, dan konstruksi yang lebih abstrak yang mengandung tanaman lebih lebat.

Semua tiga struktur didasarkan pada bentuk-bentuk yang ditemukan di alam. Para arsitek berharap mereka bisa menciptakan tempat pertemuan sosial, namun bisa juga menjadi tempat berlindung bagi pengunjung yang lelah.

Arsitektur Seoul Biennale 2017 dibuka akhir pekan ini dan berlanjut sampai 5 November 2017. Rencana untuk Growmore akan tersedia untuk umum setelah pameran selesai.