BAGIKAN

Bagi yang ingin liburan musim panas yang memompa darah, maka Jalur selatan Spanyol Caminito del Rey, yang dijuluki “jalan paling berbahaya di dunia,” dibuka kembali untuk musim panas. Pengunjung hanya diizinkan untuk berjlan kaki selama tiga sampai empat jam disepanjang jalan setapak kayu selebar tiga 2 meter, yang memiliki panjang jalan setapak kayu hingga 7 km dan terletak di atas tebing curam setinggi 300 dpl, wajah dinding tebing yang membentuk Jejak ngarai El Chorro. Jejak disebut juga Jalur Raja Way, pernah ditutup untuk umum mulai tahun 2001 sampai  tahun 2015 setelah lima wisatawan terjatuh dari jalan dua tahun beruturut-turut.

Caminito del Rey dikatakan memberikan pemandangan yang menakjubkan dari dasar jurang dengan adanya lantai kaca khusus untuk melihat ke bawah.  Sejak dibuka kembali pada Maret 2015, jalan setapak ini ditingkatkan fitur keselamatannya. semua pengunjung diwajibkan memakai topi besi pada perjalanannya, baut baja dan tiang mengamankan jalan  tebing ini. Namun, pengelola Caminito del Rey memperingatkan penderita vertigo saat melintasi jalan, karena resiko perjalanan dan ada bagian yang sangat sempit, jalan curam yang memerlukan kemahiran fisik.

Setelah pembukaan jalur ini, lebih dari 600.000 pecandu adrenalin yang 69 persen diantaranya wisatawan asing, berbondong-bondong ke Caminito del Rey, dan menjadikan pemasukan pariwisata utama bagi provinsi Málaga. Saat ini tiket tersedia dengan biaya € 10 (sekitar IDR 150,000) dan harus dibeli terlebih dahulu. Bagi mereka yang lebih tertarik dengan penampilan ketimbang melakukan perjalanan itu sendiri, Google Maps telah menciptakan perjalanan virtual  interaktif.

VIAFaisal Dahlan
SUMBERArchitectural Digest
BAGIKAN