BAGIKAN
[VK/Siberian Times]

Keadaan mencekam telah menghantui sebuah kota kecil di Novaya Zemlya yang berada di Samudra Arktik di utara Rusia, ketika kawanan 52 ekor beruang kutub telah menginvasi tempat itu dan memicu ketegangan bagi penduduk setempat.

Orang-orang ‘takut untuk keluar’ dan ‘kehidupan sehari-hari diliputi dalam kekacauan’, kata wakil kepala pemerintahan setempat, Aleksandr Minayev mengatakan di Siberian Times

“Orang tua khawatir membiarkan anak-anaknya pergi ke sekolah dan taman kanak-kanak,” dia menjelaskan.

Tapi, orang-orang yang berada di dalam rumah pun turut merasa tidak aman karena hewan-hewan itu telah mencoba memasuki gedung-gedung perkantoran dan pemukiman, mengejar penduduk dan terlibat dalam perilaku agresif lainnya, menurut laporan dari Siberian Times.

[VK/Siberian Times]
Masyarakat tentu saja tidak dapat begitu saja melakukan pembunuhan terhadap hewan-hewan langka yang dilindungi ini selain menembakkan senjata mereka ke udara sebagai peringatan atau membunyikan klakson mobil. Tapi semuanya tidak membuat gentar kawanan hewan yang sudah tidak takut lagi kepada manusia, dimungkinkan hewan-hewan ini sedang kelaparan dan berusaha mencari makanan.

Salah satu penelitian yang telah menggali wawasan baru terkait kebiasaan beruang kutub, mengungkapkan bahwa predator Arktik ini memiliki metabolisme yang jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya. Ini berarti bahwa beruang kutub membutuhkan lebih banyak makanan, terutama anjing laut, untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Namun, pada saat es laut bertambah surut membuat perburuan semakin sulit bagi hewan-hewan ini.

Beruang kutub biasanya lahir di daratan tetapi kebanyakan hidupnya di es lautan, tempat mereka berburu dan memakan anjing laut. Tetapi saat es Kutub Utara semakim menipis, beberapa peristiwa yang terkait dengan percepatan perubahan iklim, hewan-hewan itu bergerak ke daratan menjadi lebih rakus. Mereka mengais-ngais makanan, terkadang bersentuhan dengan populasi manusia.

Hewan ini berkelana ke pedalaman di ujung selatan kepulauan itu, sebuah tempat di mana es telah menipis, menurut laporan kantor berita TASS. Dalam perjalanannya menuju ke utara di mana es lebih tebal, mereka menemukan sumber makanan alternatif di Belushya Guba dan mengais-ngais sampah yang telah ditemukan.

 

[Marina Golubeva/Siberian Times]
Sekarang pihak berwenang berusaha menangani beruang kutub dengan cara yang tidak membahayakan mereka. Berburu beruang kutub dilarang di Rusia, dan badan pelestarian alam negara itu, Rosprirodnadzor, telah menolak untuk memberikan izin untuk menembak binatang .

Sayangnya, beruang dilaporkan telah kehilangan ketakutan mereka terhadap patroli polisi yang mencoba menakuti mereka, membuat tugas ini lebih sulit. Beruang menjadi lebih berani, sebuah video rekaman dari penduduk setempat menunjukkan hewan ini berjalan di sekitar bangunan dan bahkan mengobrak-abrik sebuah blok apartemen.

Rosprirodnadzor telah mengirim tim untuk membius, menangkap, dan memindahkan beruang menjauh dari daerah tersebut. Sementara itu, pemerintah setempat mendesak agar warga senantiasa berhati-hati.

“Kami telah memberlakukan keadaan darurat di permukiman untuk waktu yang tidak terbatas,” kata kepala komunitas setempat, Zhigansha Musin, dalam sebuah pernyataan.

“[Rosprirodnadzor] akan menangkap beruang. Predator akan ditidurkan dan dibawa keluar dari pemukiman.

“Kami tidak akan menembak mereka.”

Beruang kutub sedang berjuang melawan kondisi buruk mereka sendiri, didorong oleh perubahan kondisi di Kutub Utara, yang memanas lebih cepat dua kali dari selebihnya planet ini, menurut sebuah studi pada 2013 di jurnal Nature.