BAGIKAN
[Pixabay]

Bayi yang baru lahir dengan kekurangan vitamin D memiliki peningkatan risiko skizofrenia di kemudian hari, tim peneliti Australia dan Denmark telah melaporkan.

Penemuan ini dapat membantu mencegah beberapa kasus penyakit dengan mengobati kekurangan vitamin D selama tahap awal kehidupan.

Penelitian yang dipimpin oleh John McGrathdari dari University of Queensland dan Aarhus University di Denmark, menemukan bahwa bayi-bayi yang baru lahir dengan kekurangan vitamin D memiliki peningkatan risiko terdiagnosis skizofrenia saat dewasa sebesar 44 persen dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin D normal.

“Skizofrenia adalah sekelompok gangguan otak yang kurang dipahami yang ditandai dengan beberapa gejala seperti halusinasi, delusi dan gangguan kognitif,” katanya.

“Karena janin yang sedang berkembang benar-benar bergantung pada ketersediaan vitamin D dari sang ibu, temuan kami menunjukkan bahwa memastikan ibu hamil memiliki tingkat vitamin D yang cukup dapat menyebabkan pencegahan beberapa kasus skizofrenia, dengan cara yang sebanding pada peran suplemen folat yang telah dilakukan untuk pencegahan spina bifida – kondisi yang menyerang tulang belakang dan biasanya muncul sejak lahir. ”

McGrath, mengatakan penelitian yang didasarkan pada 2602 individu, menegaskan bahwa penelitian sebelumnya yang pernah ia pimpin, yang juga menemukan hubungan antara defisiensi vitamin D pada bayi yang baru lahir dengan peningkatan risiko skizofrenia.

Tim peneliti membuat penemuan dengan menganalisis konsentrasi vitamin D dalam sampel darah yang diambil dari bayi-bayi yang baru lahir di Denmark antara tahun 1981 hingga 2000 yang selanjutnya mengembangkan skizofrenia saat menjelang dewasa.

Para peneliti membandingkan sampel dengan orang-orang yang dicocokkan berdasarkan jenis kelamin dan tanggal lahir yang tidak mengembangkan skizofrenia.

McGrath mengatakan skizofrenia dikaitkan dengan banyak faktor risiko, baik genetik dan lingkungan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D pada bayi yang baru lahir mungkin bisa menyebabkan sekitar delapan persen kasus skizofrenia di Denmark.

“Sebagian besar perhatian dalam penelitian skizofrenia telah difokuskan pada faktor-faktor yang dapat dimodifikasi pada awal kehidupan dengan tujuan mengurangi beban penyakit ini,” katanya.

“Penelitian sebelumnya mengidentifikasi peningkatan risiko skizofrenia terkait dengan kelahiran di musim dingin atau musim semi dan tinggal di negara yang terletak di lintang tinggi, seperti Denmark.

“Kami berhipotesis bahwa kadar vitamin D yang rendah pada wanita hamil karena kurangnya paparan sinar matahari selama musim dingin mungkin mendasari risiko ini, dan menyelidiki hubungan antara kekurangan vitamin D dan risiko skizofrenia.”

McGrath mengatakan bahwa meskipun Australia memiliki sinar matahari lebih cerah dibandingkan dengan Denmark, kekurangan vitamin D masih dapat ditemukan pada wanita hamil di Australia karena gaya hidup dan perilaku melindungi dari sinar matahari.

McGrath, yang meraih gelar Profesor Niels Bohr yang bergengsi di Universitas Aarhus, juga memimpin studi di Belanda pada tahun 2016 yang menemukan hubungan antara defisiensi vitamin D sebelum kelahiran dan peningkatan risiko ciri-ciri autisme semasa kanak-kanak.

“Langkah selanjutnya adalah melakukan uji klinis secara acak dari suplemen vitamin D pada wanita hamil yang kekurangan vitamin D, untuk memeriksa dampak pada perkembangan otak anak dan risiko gangguan perkembangan syaraf seperti autisme dan skizofrenia .”