BAGIKAN

Di kota-kota besar di seluruh dunia, tanah yang dapat dibangun secara layak merupakan hal yang teramat berharga. Pada saat yang sama kecenderungan urbanisasi semakin memadati perkotaan. Belum lagi dengan pertumbuhan sejumlah sarana bisnis yang turut bersaing memadati area perkotaan. Sehingga pada akhirnya jumlah tanah yang dapat dijadikan hunian senakin berkurang. Atas dasar semua hal tersebut melahirkan banyak solusi inovatif  dari para arsitek dan perancang.

Salah satu contoh adalah Perusahaan Swedia Manofactory yang telah benar-benar mengambil solusi perumahan ke tataran yang baru, mempertanyakan : mengapa kita harus selalu membangun rumah di permukaan tanah?Banyak dari hewan, termasuk burung, membangun sarang mereka di pepohonan, di bawah genteng atau di celah batu di atas tanah.

Manusia sudah membangun kotak sarang sederhana, sebuah tempat tinggal untuk  burung , sehingga menimbulkan pertanyaan bagi Manofactory, mengapa kita tidak dapat membangun kotak sarang untuk kita sendiri?- sebuah rumah sederhana dengan beberapa ruangan, jendela, dan perlindungan dari cuaca. Berdasarkan ke banyak dinding tebing di kota-kota di Skandinavia utara  dan tempat lain, Manofactory telah berhasil merancang Nestinbox  – sebuah  rumah kayu kecil dengan struktur baja  untuk dipasang di atas tebing.

Seakan melawan gravitasi, Nestinbox melayang bebas di udara dengan satu sisi terpasang pada tebing. Proses desain dimulai dengan cetak biru umum dari sebuah sangkar burung – sebuah bangunan kayu ringan yang tinggi  dengan atap miring yang sederhana . Bentuk dasar ini terus berevolusi untuk mengembangkan rumah fungsional untuk satu atau dua penghuni. Nestinbox dibalut dengan panel kayu terang dan gelap terang, menciptakan dialog yang unik di sepanjang fasad sambil memberi kontribusi pada pengurangan visual bangunan yang dirasakan.

Pada bagian dalam, rumah ini ditata lebih dari tiga lantai, dengan ruang tamu seluas 50 meter persegi menjadikan desainnya sesuai dengan standar ruang kota besar seperti di London . Setiap unit berisi dapur dan ruang makan, ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur double, dan ruang studio yang dipersiapkan untuk waktu mendatang sebagai kamar tidur anak-anak. Tangga spiral tengah menghubungkan ketiga lantai, dengan kekosongan spasi besar di lantai pertama menciptakan kelegaan, dan keterbukaan meskipun pengaturannya ringkas. Floorplan juga telah dipertimbangkan untuk memungkinkan satu sisi elevasi bebas dari jendela, meningkatkan kemungkinan cermin Nestinboxes dekat atau menempel satu sama lain tanpa menghalangi pandangan atau cahaya alami.

VIAAum
SUMBERarchdaily
BAGIKAN