BAGIKAN
[Credit:Michael Skrepnick/BYU]

Ketika Brooks Britt, seorang profesor ilmu geologi di Brigham Young University, mencari sampel dari periode Trias terbaru melalui batu pasir di laboratoriumnya, ia berharap menemukan tulang buaya dan dinosaurus kurun awal. Namun, ia malah menemukan tulang-belulang dari spesimen pterosaurus jenis baru yang sekarang dinamai Caelestiventus hanseni. Berasal lebih dari 200 juta tahun yang lalu, merupakan salah satu yang paling awal yang pernah ditemukan.

Sampai penemuan Britta, yang baru diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology and Evolution, hanya ada 30 pterosaurus periode Trias (lebih dikenal sebagai pterodactyl) yang dikenal manusia – dan tidak ada yang hidup di padang pasir.

Caelestiventus hanseni mendahului semua pterosaurus gurun pasir selama 65 juta tahun. “Kami mendapatkan wawasan baru tentang pterosaus awal, mereka luar biasa beragam.” katanya.

[Credit:Nate Edwards/BYU]
Britt dan timnya berada di Quarry Saints and Sinners  di timur laut Utah ketika mereka mendapatkan penemuan tersebut. Dengan begitu banyak tulang belulang di tempat itu (lebih dari 18.000 sejauh ini), Britt menjelaskan, tim tersebut mengekstrak blok batu pasir besar secara membabi buta, tidak mengetahui tulang apa yang ada di dalam bongkahan sampai akhirnya dengan hati-hati dipangkas di laboratorium.

Kembali ke Provo, tim Britt menemukan lima kerangka buaya awal dalam satu blok sebelum menyadari bahwa ada beberapa tulang yang tampak aneh dan ternyata milik pterosaurus jenis  baru yang tidak terduga katanya, “karena pterosaurus Trias luar biasa langka.”

Dengan bentuknya yang halus, tulang pterosaurus mudah dihancurkan, membuatnya langka dalam catatan fosil. “Sebagian besar tulang pterosaurus terlihat seperti hewan yang tergilas di jalanan,” Britt menjelaskan.

[Credit:Michael Skrepnick/BYU]
Tulang-tulang Caelestiventus hanseni , untungnya masih utuh secara tiga dimensi karena diawetkan di dalam pasir yang tidak mendapatkan tekanan. “Kebanyakan spesimen periode Trias terdiri dari hanya satu tulang: misalnya, phalanx kecil dari jari atau satu tulang belakang dari leher,” kata Britt. “Untuk hewan ini, kita memiliki sisi wajah dan atap lengkap tengkorak, termasuk cangkang otak, rahang bawah yang lebih rendah dan bagian sayap.”

Tulang-tulang Caelestiventus hanseni  – terutama tengkorak – memberikan wawasan yang tak tertandingi ke dalam evolusi pterosaurus paling awal. Wawasan ini termasuk otot-otot yang melekat dan sifat gigi – yang berjumlah sekitar 112. Selanjutnya, atap tengkorak mempertahankan kesan otak, yang mengungkapkan bahwa pterosaurus purba memiliki indra penciuman yang buruk dan penglihatan yang berkembang dengan baik.

Caelestiventus hanseni  paling dekat hubungannya dengan Dimorphodon macronyx, yang hanya diketahui dari strata Jura Bawah Britania. Ini menunjukkan bahwa Dimorphodontidae berasal dari Trias terakhir dan garis keturunannya yang selamat dari peristiwa kepunahan massal Trias-Jura.

VIAaum
SUMBERBrigham Young University
BAGIKAN