BAGIKAN

Sebuah tim ilmuwan internasional, termasuk para peneliti dari Chinese Academy of Sciences (CAS), Universitas Xi’an Jiaotong di China, Universitas York di Inggris, dan Pusat Penelitian Nasional tentang Evolusi Manusia di Spanyol, telah melakukan penelitian terhadap fosil manusia purba yang ditemukan di situs Hualongdong di China pada tahun 2019. Fosil ini diberi label HLD 6 dan memiliki fitur-fitur fisik yang mengarahkan peneliti pada interpretasi bahwa fosil ini tidak sesuai dengan garis keturunan hominin yang telah dikenal sebelumnya, seperti Neanderthal, Denisovan, atau Homo sapiens.

Salah satu fitur menonjol dari fosil HLD 6 adalah struktur wajahnya yang menunjukkan kemiripan dengan garis keturunan manusia modern, yang berpisah dari Homo erectus sekitar 750.000 tahun yang lalu. Namun, perbedaan penting muncul dalam bentuk ketiadaan dagu pada fosil ini, yang lebih menyerupai ciri-ciri Denisovan, suatu spesies hominin purba yang punah di Asia dan telah terpisah dari garis keturunan Neanderthal lebih dari 400.000 tahun yang lalu.

Pohon keluarga manusia purba yang mungkin pernah hidup di Eurasia lebih dari 50.000 tahun lalu. ( Kay Prüfer et al., Nature, 2014 )

Temuan ini menyulitkan pemahaman tentang garis keturunan manusia yang sebelumnya dianggap lebih linear. Para peneliti berspekulasi bahwa fosil HLD 6 mungkin mewakili persilangan antara cabang yang memberikan kita manusia modern dengan cabang lain yang memberikan hominin kuno seperti Denisovan. Implikasinya adalah bahwa evolusi manusia di Asia mungkin melibatkan koeksistensi tiga garis keturunan hominin: Homo erectus, Denisovan, dan garis keturunan yang memiliki hubungan filogenetis dengan manusia modern.

Tengkorak dan rahang HLD 6. (Wu et al., Journal of Human Evolution , 2023)

Teori ini juga menunjukkan bahwa evolusi manusia di Asia mungkin jauh lebih kompleks daripada yang sebelumnya diperkirakan. Meskipun Homo sapiens diyakini baru muncul di Cina sekitar 120.000 tahun yang lalu, fosil HLD 6 menunjukkan bahwa beberapa fitur “modern” mungkin telah ada jauh sebelum periode ini. Ini mengarah pada hipotesis bahwa nenek moyang terakhir Homo sapiens dan Neanderthal mungkin muncul di Asia barat daya dan kemudian menyebar ke berbagai belahan benua.

Namun, temuan ini masih memerlukan lebih banyak penelitian dan konfirmasi untuk memahami sepenuhnya konsekuensi dan implikasi fosil HLD 6 terhadap evolusi manusia. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah “Journal of Human Evolution”, dan menjadi langkah awal penting dalam menggali lebih dalam tentang sejarah evolusi manusia di wilayah Asia.

Studi ini dipublikasikan di Journal of Human Evolution .