Beranda Sains 200 Lebih Virus Baru Diidentifikasi Mengintai pada Katak, Ikan, dan Reptil

200 Lebih Virus Baru Diidentifikasi Mengintai pada Katak, Ikan, dan Reptil

394
BAGIKAN
ThuyHaBich/pixabay

Para peneliti telah menemukan 214 virus RNA yang belum pernah terlihat sebelumnya, bersembunyi di dalam hewan biasanya diabaikan ketika terserang infeksi virus – katak, ikan dan reptil.

Temuan ini tidak hanya memiliki implikasi untuk mempelajari virologi manusia di masa depan, tetapi juga menunjukkan bahwa virus memiliki sejarah evolusi sejak jutaan tahun silam – dan mereka berevolusi secara bersamaan dengan vertebrata.

“Studi ini mengungkapkan beberapa kelompok virus telah ada untuk seluruh sejarah evolusi vertebrata – ini mengubah pemahaman kita tentang evolusi virus,” kata rekan penulis studi, epidemiolog Eddie Holmes dari University of Sydney, Australia.

“Untuk pertama kalinya kami pasti dapat menunjukkan bahwa virus RNA berusia jutaan tahun, dan telah ada sejak vertebrata pertama ada.”

Virus RNA menarik materi genetik mereka dari asam ribonukleat, daripada DNA – dan jenis virus ini termasuk yang menyebabkan berbagai penyakit yang diderita manusia seperti flu, flu biasa, dan bahkan Ebola.

Meskipun beberapa virus RNA sebelumnya telah ditemukan di newts [sejenis amfibi] dan salamander, penelitian kecil telah dilakukan ke dalam virus yang mempengaruhi amfibi, ikan dan reptil lainnya.

Holmes dan timnya melihat RNA dari lebih 186 spesies, termasuk reptil seperti ular, kura-kura dan kadal; amfibi seperti katak, salamander, dan caecilian; dan ikan seperti tanpa rahang, tulang rawan, ray-finned, lancelet dan lungfish.

“Kami mengekstraksi total RNA dari jaringan usus, hati, dan paru-paru atau insang dari hewan-hewan ini, yang kemudian diorganisasikan ke 126 perpustakaan untuk sekuensing RNA keluaran tinggi,” para peneliti menulis dalam makalah mereka.

“Secara total, kami menghasilkan 806 miliar basa bacaan urutan yang dikumpulkan dan disaring untuk virus RNA.”

Mereka memfokuskan pada virus khusus untuk vertebrata, dan 214 virus yang mereka temukan jatuh ke dalam setiap keluarga atau kelompok-kelompok saudara langsung dari virus RNA yang terkait dengan infeksi vertebrata.

Dua puluh empat persen dari virus-virus itu ditemukan dari jaringan yang berbeda dalam individu yang sama.

“Ikan, khususnya, membawa keragaman virus yang luar biasa, dan hampir setiap jenis keluarga virus yang terdeteksi pada mamalia sekarang ditemukan pada ikan,” kata Holmes. “Kami bahkan menemukan keluarga dari virus Ebola dan influenza pada ikan.”

Tapi itu tidak berarti kita harus panik tentang mendapatkan sesuatu seperti Ebola dari ikan. Manusia dan ikan sangat berbeda satu sama lain – dan analisis lebih lanjut dari virus mengungkapkan bahwa mereka telah berevolusi bersama dengan hewan yang mereka infeksikan, tiba di tempat kejadian pada saat yang sama dengan vertebrata.

Tim menyimpulkan bahwa virus modern muncul dari laut bersama dengan nenek moyang ikan kita, dan telah bersama kita sepanjang waktu.

Tetapi ini juga berarti bahwa influenza ikan modern, misalnya, telah berevolusi untuk hidup secara optimal di dalam ikan, bukan mamalia – dan semoga kita terlalu berbeda secara genetis untuk transmisi lintas spesies menjadi memungkinkan (meskipun tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan).

Studi ini menunjukkan bahwa ada lebih banyak virus RNA di luar sana daripada yang kita duga, dan ini bisa membantu mengidentifikasi virus RNA yang mungkin menimpa manusia di masa depan.

“Studi ini menekankan seberapa besar alam semesta virus – virosphere – sebenarnya. Virus ada di mana-mana,” kata Holmes.

“Jelas masih ada jutaan virus lagi yang masih harus ditemukan.”