BAGIKAN

Industri pertanian disalahkan sebagai penyebab utama gas rumah kaca, tapi bagaimana jika ada cara untuk menghasilkan makanan secara lestari yang dapat membantu memecahkan beberapa masalah lingkungan terberat di dunia?

Itulah yang dilakukan oleh SPACE10, laboratorium kehidupan masa depan yang berbasis di Copenhagen, dengan sebuah karyanya yang futuristik : Algae Dome, sebuah arsitektur paviliun setinggi empat meter yang memproduksi makanan dan memompa oksigen dalam sebuah sistem loop tertutup.

Memanfaatkan energi matahari, Algae Dome menawarkan sebuah sistem makanan berkelanjutan yang dapat ditempatkan di mana saja dengan dampak yang minimal terhadap lingkungan.

credit: Niklas Adrian Vindelev and Mike Chino



Arsitek Aleksander Wadas, Rafal Wroblewski, Anna Stempniewicz, dan bioengineer Keenan Pinto menciptakan Algae Dome, yang dipresentasikan di pameran seni CHART di Kopenhagen. Meskipun SPACE10 telah bereksperimen dengan pertumbuhan microgreens sebelumnya, tim tersebut menargetkan makanan yang lebih kecil dengan ganggang Algae Dome – mikroalga.

credit: Niklas Adrian Vindelev and Mike Chino

Dipuji sebagai “makanan super” masa depan, menurut SPACE10 mengatakan mikroalganya mengandung protein dua kali lebih banyak dari daging selain mengandung vitamin dan mineral. Memiliki kandungan beta karoten yang lebih banyak daripada wortel dan lebih banyak zat besinya daripada bayam. Mikroalga adalah salah satu organisme dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dapat tumbuh hampir di mana saja hanya dengan sinar matahari dan air. Sambil mengisap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen dalam proses fotosintesisnya.

Selama tiga hari pameran seni CHART, Algae Dome menghasilkan 450 liter mikroalga dan memberikan pengalaman arsitektural secara interaktif, yang merupakan bagian dari sistem makanan, perabotan, dan edukasi.

Jumlah makanan yang banyak diproduksi dalam sebuah tempat yang kecil ini, berkat desain yang menampilkan pengaturan dari pipanya yang melingkar 320 meter, menampakkan aliran dari mikroba alga hijau zamrudnya.



credit: Niklas Adrian Vindelev and Mike Chino

Pengunjung diundang untuk duduk di dalam paviliun dan menikmati “nafas udara segar” yang diciptakan oleh mikroalga karena mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Paket sup lezat spirulina (sejenis ganggang biru-hijau), dibuat oleh koki SPACE10 di Simon Perez, ditempatkan di sekitar paviliun untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang lewat untuk mencoba makanan super.



credit: Niklas Adrian Vindelev and Mike Chino

“Di masa depan, berbagai jenis mikro alga dapat digunakan sebagai makanan bergizi tinggi, sebagai pengganti protein kedelai dalam pakan ternak, dalam pengembangan biofuel, sebagai cara untuk mengurangi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya dari atmosfer, dan sebagai metode pengolahan air limbah industri,” kata SPACE10.



credit: Niklas Adrian Vindelev and Mike Chino

“Dengan kata lain, mikroalga dapat membantu memerangi kekurangan gizi, mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil, membantu menghentikan penghancuran hutan hujan, memperbaiki kualitas udara, dan mengurangi polusi. Tidak mengherankan bahwa mikroalga telah dijuluki sebagai tanaman super berkelanjutan di masa depan. “SPACE10 melihat Algae Dome sebagai prototipe untuk arsitektur penghasil makanan yang bisa muncul hampir di mana saja, mulai dari halte bus hingga kompleks apartemen.