Kincir Angin 1000 Tahun Di Iran

BAGIKAN

Di desa Nashtifan di timur laut Iran, Mohammad Etebari bertugas sebagai penjaga terakhir sebuah tradisi kuno. Kini usianya sudah mencapai lansia, Etebari telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga beberapa kincir angin di kota itu agar tetap berputar.

Namun Etebari tidak tahu berapa banyak waktu yang masih dimilikinya, disaat tidak ada lagi generasi muda yang tertarik dengan kerja keras pemeliharaan sehari-hari. Tanpa perawatan yang rutin, kincir angin yang telah menempatkan kota di peta turis itu mungkin suatu hari nanti akan segera berhenti.

“Udara murni dan bersih yang membuat kincir angin terus berputar – udara yang memberi kehidupan yang bisa dihirup semua orang,” kata Etebari di video di atas.

(img: look4ward.com)

Terbuat dari tanah liat alami, jerami, dan kayu, kincir angin ini telah menggiling gandum untuk menjadi tepung selama kurang lebih 1.000 tahun. Desain sumbu vertikal mungkin serupa dengan kincir angin yang ditemukan oleh Persia pada sekitar tahun 500 M-sebuah desain yang perlahan menyebar ke seluruh dunia dan yang kemudian diadaptasi oleh Belanda dan yang lainnya.

Masing-masing kincir angin Nashtifan terdiri dari delapan ruang, masing-masing kamar menampung enam bilah. Sebagaimana di area tersebut memiliki angin yang kencang, membuat hembusan anginnya cukup untuk memasuki ruangan dan memutar baling – baling sedemikian rupa sehingga memutar batu asah yang digunakan untuk menggiling gandum. Strukturnya mencapai ketinggian sekitar 65 kaki.

Display kincir angin di museum Jerman

Daerah ini sangat terkenal karena anginnya. Nama Nashtifan sendiri berasal dari kata-kata¬† yang berarti “sengatan badai”.

Dengan angin kencang, perangkat bisa dengan mudah mengumpulkan cukup tenaga dari angin untuk menggerakkan batu. Jika saja perangkat ini terhubung ke generator, mereka hanya akan menghasilkan sedikit listrik, mungkin bahkan tidak cukup untuk sebuah bola lampu. Sementara turbin pembangkit listrik saat ini memiliki desain yang lebih efisien yang mampu memanfaatkan daya angkat untuk mencapai kecepatan lebih tinggi, dan karena itu menghasilkan lebih banyak tenaga.

Pada tahun 2002 kincir angin diakui sebagai situs warisan nasional oleh Iran. Namun masa depan mereka tetap tidak pasti. Saat sekarang sudah banyak penumbukan gandum dengan cara yang lebih mudah, dan Etebari tidak tahu apakah ada orang yang akan menggantikan tugasnya untuk menjaga agar kincir angin tetap berputar saat dia pergi. Jika itu terjadi, sepotong kehidupan sejarah  bisa saja hilang.