BAGIKAN
Taman Arkeologi Pompeii

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Pusat Pemandian Pompeii dibuka untuk umum. Para arkeolog telah melakukan pekerjaan restorasi pada pemandian air panas yang dulunya sangat megah sebagai bagian dari Proyek Grand Pompeii, sebuah inisiatif dari pemerintah Italia untuk melakukan pekerjaan konservasi dan pemeliharaan yang mendesak pada reruntuhan kota. 

Tetapi seperti banyak penggalian yang terjadi di Pompeii, pemandian Romawi ini menggali satu lagi kisah tragis yang tak terhitung jumlahnya dari peristiwa dahsyat yang menimpa kota naas ini. 

Para arkeolog menemukan kerangka kecil seorang anak, mungkin berusia sekitar 8 hingga 10 tahun, yang diduga bersembunyi di pemandian umum untuk mencari perlindungan dari amukan Gunung Vesuvius selama terjadinya letusan yang terkenal di tahun 79. Sayangnya, tampaknya upaya anak-anak itu sia-sia belaka karena mungkin akhirnya tewas oleh gas panas dan puing-puing vulkanik yang berasal dari gunung berapi yang sedang mengamuk.



Jasad anak itu ditemukan tahun lalu di bulan April. [Taman Arkeologi Pompeii]

“Itu adalah penggalian yang membebankan secara emosional,” Alberta Martellone, arkeolog dan pemimpin proyek, mengatakan kepada kantor berita AFP. “Dia sedang mencari tempat berlindung, dan malah menemukan kematiannya.”

Diharapkan bahwa analisis DNA akan mengidentifikasi jenis kelamin anak tersebut dan penyelidikan lebih lanjut dapat memberikan wawasan tentang kehidupan mereka, seperti apakah mereka menderita semacam penyakit pada saat kematiannya yang menghalangi mereka untuk menyelamatkan diri. 

Central Baths sekarang terbuka untuk umum, meskipun tidak semegah dulu. [Taman Arkeologi Pompeii]

Pemandian umum merupakan sebuah tempat yang biasa hadir di berbagai kota Romawi. Digunakan sebagai pusat yang bukan saja untuk membersihkan badan tapi sekaligus sebagai ajang untuk  bersosialisasi, bersantai, dan berolahraga. Central Baths of Pompeii, adalah tempat pemandian yang dilengkapi dengan pilar-pilar besar dan interior marmer mewah, tampaknya terinspirasi oleh Baths of Emperor Nero, kompleks pemandian air panas di Roma. 

Taman Arkeologi Pompeii

Kota Pompeii dan Herculaneum hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. Jumlah pasti kematian masih belum diketahui, tetapi para arkeolog telah menggali sisa-sisa jenasah setidaknya 1.500 orang yang terdapat di dua kota dan sekitarnya. Berkat abu tebal yang melanda kedua kota, bangunan yang digali tetap ada sejak saat mereka berdiri hampir 2.000 tahun yang lalu, memberikan wawasan unik tentang kehidupan sehari-hari penduduknya.



Pompeii mungkin paling terkenal dikarenakan sosok tubuh manusia yang membeku yang diabadikan dalam abu vulkanik. Figur-figur tersebut sebenarnya bukan sisa-sisa jenasah, yang bertentangan dengan anggapan kebanyakan orang. Mereka adalah orang-orang yang dibuat dengan menuangkan semen ke dalam lubang yang terbentuk di abu vulkanik di mana mayat-mayat itu akhirnya hancur. Di mana sebenarnya tidak mengurangi kisahya yang suram.



VIAtasyaq
SUMBERiflscience
BAGIKAN