Beranda Arsitektur Mengenal Arsitektur Renaisans Yang Mengagumkan

Mengenal Arsitektur Renaisans Yang Mengagumkan

13273
BAGIKAN

Arsitektur Renaisans adalah arsitektur pada periode antara awal abad ke-15 sampai awal abad ke-17 di wilayah Eropa, ketika terjadi kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. yang disebut Renaisans.

Gaya ini pertama kali dikembangkan di Florence, dengan Filippo Brunelleschi sebagai salah satu inovatornya. Gaya Renaisans dengan cepat menyebar ke kota di Italia lainnya dan lalu ke Perancis, Jerman, Rusia, Inggris dan tempat lainnya.

Kutan Ural on Unsplash

Sejarah Arsitektur Renaissance

1. Di era carut-marutnya realitas yang sudah tidak bisa lagi mengatasi permasalahan-permasalahan hidup yang diawali oleh terjadinya Revolusi Perancis pada abad ke 15, bangsa Eropa mulai kembali pada romantisme era klasik yang sarat dengan konteks nalar rasional.



2. Era / periode tersebut dinamakan Renaissance (pencerahan) dan mulai meninggalkan era arsitektur bernuansa agama. Disebut pencerahan karena menghidupkan kembali budaya-budaya klasik, hal ini disebabkan banyaknya pengaruh filsuf-filsuf dari Yunani dan Romawi.

3. Ditandai dengan diktum Cogito Ergo Sum – nya Rene Descartes (ketika aku berpikir maka aku ada), arsitektur dikembalikan lagi pada skala manusia (antroposentris) dan era itu kemudian disebut era Arsitektur Renaissance.

Juliana Tanchak on Unsplash

Tipologi arsitektur renaissance

 

Anthony Fomin on Unsplash

Penggunaan kembali gaya kolom Yunani dan Romawi pada bangunan, hal ini disebabkan karena era arsitektur Renaissance berusaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik Yunani dan Romawi tetapi tidak dengan gaya arsitektur Yunani atau Romawi murni. Artinya : boleh mirip tetapi bukan mencontoh dan bukan pula “nostalgia”.

Pada masa ini, perubahan dan perkembangan arsitektur dilihat dari tata denah dan sistem struktur dapat dikatakan kurang. Perkembangan denah yang tercatat hanyalah bahwa denah lebih bebas, tidak terikat pada tatanan baku seperti pada periode-periode sebelumnya, tetapi menganut unsur simetri. Teknologi struktur juga mengalami stagnasi.




Dari segi bentuk bangunan, arsitektur Renaissance lebih bervariasi dibandingkan periode sebelumnya. Pada beberapa kasus tetap ada pemakaian bentuk kubah.

Daniel Robert on Unsplash

Terdapat perkembangan dalam usaha untuk “merias diri”. Hal ini dipengaruhi oleh banyak bermunculannya seniman patung dan pelukis pada masa itu seperti Leonardo da Vinci dan Michaelangelo sebagai dampak dari kelahiran kembali kesenian setelah lama ditekan oleh pihak gereja pada masa itu. Seni patung dan lukis ini selalu menghiasi bangunan renaissance baik eksterior maupun interiornya.




Dari sisi interior, bangunan arsitektur renaissance memadu-padankan unsur klasik furniture terhadap warna dan seni dekorasi / detail arsitektur dengan estetika yang tinggi. Semua bagian interior dieksplorasi dengan desain yang disesuaikan terhadap bentuk bagian itu sendiri, misal : bagian kubah dengan struktur dome-nya, bagian ruang inti gereja dengan struktur lengkungnya, dan lain-lain.

Anthony Fomin on Unsplash

Perkembangan seni lukis mulai diterapkan pada kaca mozaik untuk bukaan-bukaan jendela. Jika periode sebelumnya kaca mozaik hanya “memainkan” warna-warna terang, pada periode ini kaca mozaik dapat berupa lukisan berdasarkan cerita-cerita Injil (biasanya diterapkan sebagai elemen interior gereja).




Bagian tangga pun dieksplorasi dengan desain yang sangat berkelas dan belum tentu sama pada setiap bangunan. Seniman-seniman pada saat itu bebas untuk mengolah desain tangga sebagai salah satu elemen interior (seperti “balas dendam” atas ekspresi yang dibatasi pada periode sebelumnya).