BAGIKAN
(Unsplash)

Selain digunakan sebagai obat, zat psikotropika telah dilibatkan dalam berbagai kegiatan ritual kuno. Namun, efeknya tidak selalu berdampak positif dan memberikan kesenangan. Sebagian orang akan merasakan ketidaknyamanan, gangguan kejiwaan dan pengalaman buruk. Sebaliknya, bagi sebagian yang lain, obat psikedelik dapat memberikan efek positif dalam jangka panjang. Ada keterkaitan antara penggunaan obat-obat psikedelik dengan pengalaman mistis yang dialami oleh penggunanya, menurut sebuah penelitian yang telah diterbitkan di Journal of Psychoactive Drugs.

Para peneliti dari Tampere University, di Finlandia, menunjukkan bahwa beberapa orang mengalami perubahan positif dalam kesejahteraan dan hubungan sosial setelah menggunakan obat-obat psikedelik. Bahkan, beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa zat ini berpeluang untuk mengobati gangguan mental.

“Sejenis pengalaman mistik yang sedang berlangsung di bawah pengaruh zat psikadelik mungkin merupakan salah satu mekanisme yang memungkinkan yang dapat menyebabkan perubahan seperti itu.” kata Samuli Kangaslampi dari Universitas Tampere di Finlandia.


“Bahkan ketika dilakukan untuk pertama kalinya, psikedelik mungkin memberikan pengalaman subjektif yang kuat yang memiliki banyak kesamaan dengan yang dijelaskan oleh para mistikus, meditator berdedikasi, dan praktisi religius,”

“Beberapa penelitian mulai menunjukkan bahwa merasakan pengalaman mistik mungkin terkait dengan peningkatan hubungan dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan alam di kemudian hari.” kata Kangaslampi kepada PsyPost.

Dengan bantuan para sukarelawan berupa 288 pengguna psikedelik, para peneliti memberikan sebuah kuesioner – MEQ30 -yang dapat mengungkapkan pengalaman mistik atau religius mereka setelah mengkonsumsi zat psikedelik. Mereka akan memberikan penilaian dari 0 sampai 4 untuk setiap pertanyaan yang disesuaikan dengan kualitasnya.

Mystical Experiences Questionnaire yang juga dikenal sebagai MEQ30, terdiri dari 4 bagian dan 30 pertanyaan untuk menilai suatu kejadian dan karakter dari berbagai pengalaman mistik, seperti perasaan bahwa seseorang telah melampaui ruang dan waktu. Para peneliti menemukan bahwa Kuesioner Pengalaman Mistik ini adalah suatu alat yang dapat mengukur pengalaman mistik yang valid dan dapat diandalkan.

Kangaslampi dan rekan-rekannya menemukan bahwa mereka yang mendapatkan nilai tinggi pada MEQ30, lebih cenderung menggambarkan pengalaman psikedelik mereka sebagai pengalaman mistik, spiritual, atau religius, serta lebih signifikan secara pribadi.

“Korelasi dengan pengalaman menjadi menyenangkan, sedih, atau kesulitan, juga signifikan, tetapi lebih lemah,” kata para peneliti.


“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvalidasi ukuran pengalaman mistik dan mulai menjelaskan apakah jenis pengalaman mistik yang diinduksi oleh psikedelik, fitur-fiturnya, dan relevansinya berbeda dalam konteks budaya yang berbeda. Dengan demikian, sampel penelitian ini tidak dimaksudkan untuk mewakili semua orang yang menggunakan psikedelik untuk pertama kalinya, di Finlandia atau secara umum. Apalagi pesertanya baru pertama kali melaporkan kasusnya yang kebanyakannya kejadiannya telah bertahun-tahun sebelumnya,” jelas Kangaslampi.

“Mengenai peran dan relevansi sejenis pengalaman mistik secara lebih umum, kami menghadapi dua pertanyaan utama. Pertama, kemungkinan kontribusi unik dari sejenis pengalaman mistik dalam mempromosikan perubahan positif setelah penggunaan psikedelik ketika mekanisme perubahan psikologis putatif lainnya diperhitungkan masih harus ditetapkan.”

“Kedua, sementara pengalaman yang kuat dan mendalam terjadi di banyak para pengguna psikedelik, masih ada perdebatan tentang apakah fitur relevan mereka paling tepat digambarkan sebagai sejenis pengalaman mistik, pengalaman puncak, atau terobosan emosional,” kata Kangaslampi.




BAGIKAN