BAGIKAN
(Credit: Jack Madden/Cornell University)

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan mendeteksi semburan gelombang radio dari sebuah planet di luar tata surya kita. Dengan menggunakan susunan teleskop radio, mereka mengamati berbagai sinyal gelombang radio yang muncul di semesta. Dan sekarang sinyal ini terdeteksi berasal dari konstelasi Boötes yang berjarak sekitar 51 tahun cahaya.

“Kami menyajikan salah satu petunjuk pertama untuk mendeteksi eksoplanet dalam ranah radio. Sinyalnya berasal dari sistem Tau Boötes, yang berisi bintang biner dan sebuah eksoplanet” kata Jake D Turner dari Observatoire de Paris. “Kami menemukan kasus dari suatu emisi oleh planet itu sendiri. Dari kekuatan dan polarisasi sinyal radio dan medan magnet planetnya, hal itu sesuai dengan prediksi secara teoretis.”

Para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal Astronomy & Astrophysics.

Sementara itu rekan penulis Turner Ray Jayawardhana dari Cornell University, mengatakan: “Jika memang terkonfirmasi oleh pengamatan lanjutan, deteksi radio ini membuka jendela baru pada eksoplanet, memberikan kepada kita suatu cara baru untuk memeriksa dunia asing yang berjarak puluhan tahun cahaya.”

Dengan menggunakan teleskop Low Frequency Array (LOFAR) di Belanda, Turner dan rekan-rekannya menemukan suatu semburan emisi dari sistem bintang yang disebut Jupiter panas. Sebuah planet gas raksasa yang sangat dekat dengan bintang induknya. Para peneliti juga mengamati berbagai kemungkinan emisi radio dari eksoplanet potensial lainnya yang berada di sistem bintang 55 Cancri (di konstelasi Cancer) dan Upsilon Andromedae.

Namun, hanya sistem eksoplanet Tau Boötes yang menunjukkan tanda-tanda gelombang radio yang signifikan. Suatu jendela potensial yang unik dari medan magnet planet.

Mengamati medan magnet eksoplanet membantu para astronom dalam menguraikan sifat-sifat interior dan atmosfer planetnya. Juga, interaksi bintang dan planetnya secara fisika, kata Turner, yang juga anggota dari Carl Sagan Institute Cornell University.

Medan magnet bumi melindunginya dari bahaya angin matahari, menjadikan planet ini layak huni. “Medan magnet eksoplanet mirip Bumi dapat berkontribusi pada kemungkinan kelayakhuniannya,” kata Turner, “dengan melindungi atmosfernya sendiri dari angin matahari dan sinar kosmik, dan melindungi planet dari kehilangan atmosfer.”

Dua tahun lalu, Turner dan rekan-rekannya mengamati tanda-tanda emisi radio dari Jupiter dan mengukur emisi tersebut untuk meniru kemungkinan sidik jari dari eksoplanet mirip Jupiter yang lokasinya lebih jauh. Hasil tersebut menjadi sebuah template untuk pencarian emisi radio dari eksoplanet yang berjarak 40 hingga 100 tahun cahaya.

Setelah meneliti lebih dari 100 jam pengamatan radio, para peneliti dapat menemukan perkiraan ciri khas dari Jupiter panas yang diharapkan di Tau Boötes. “Kami belajar dari Jupiter kami sendiri seperti apa deteksi jenis ini. Kami mencarinya dan kami menemukannya,” kata Turner.

Namun, sidik jarinya lemah. “Masih ada beberapa ketidakpastian bahwa sinyal radio yang terdeteksi berasal dari planet ini. Pengamatan lebih lanjut adalah sangat diperlukan,” katanya.