Beranda Sains

Sains

Sains

Beranda Sains

Lautan Magma Purba Penyebab Atmosfer Bumi Kaya Oksigen

Tidak lama setelah planet bumi terbentuk, sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu, kandungan oksigen di lapisan udara yang meliputi bumi, meningkat secara signifikan. Dari sela-sela bebatuan di permukaan bumi, keluar molekul-molekul karbon dioksida dan air menuju lapisan atmosfer bumi yang hanya memiliki sedikit kandungan oksigen. Proses ini merupakan awal terbentuknya kondisi di bumi yang layak huni sekitar 2 milyar...

Sebuah Cara Untuk Meregenerasi Enamel Gigi Telah Dikembangkan Para Ilmuwan

Enamel berfungsi untuk melindungi gigi dari kerusakan dan merupakan bagian terkuat dalam tubuh manusia bahkan dibandingkan dengan tulang sendiri. Enamel tidak tergantikan begitu lenyap dari gigi, dan orang pada umumnya mengalami kerusakan gigi yang berawal dari hilangnya enamel. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mencari cara untuk menggantikan enamel gigi, tetapi sampai sekarang, upaya tersebut belum mengarah pada penggantian yang sesuai. Namun, sebuah tim peneliti...

Tetesan Air Menghasilkan Hidrogen Peroksida Secara Spontan

Dalam sebuah penelitian nanoteknologi di mana menggunakan air, para peneliti secara tidak sengaja menemukan sebuah peristiwa yang mengejutkan di mana tetesan air yang sangat kecil yang dikenal dengan mikrodoplet, secara spontan menghasilkan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan oksidator kuat yang biasa digunakan dalam berbagai industri sebagai pemutih dan antispetik. Penemuan ini dapat membuka jalan dalam pembuatannya yang lebih hijau. "Air adalah...

Apakah Parasit Memengaruhi Evolusi Otak Manusia?

Psikolog Marco Del Giudice dari University of New Mexico bukanlah peneliti pertama yang menyarankan bahwa evolusi otak pada manusia mungkin telah dipengaruhi oleh parasit yang memanipulasi perilaku inangnya. Makalah yang diterbitkan di Quarterly Review of Biology menyarankan empat kategori penanggulangan adaptif dari inang terhadap parasit yang memanipulasi otak dan respon evolusioner dari parasit itu sendiri yang memungkinkan. Idenya memiliki implikasi lintas sejumlah...

Gelombang Otak Terdeteksi Dari ‘Otak Mini’ yang Ditumbuhkan di Lab

Para ilmuwan telah menciptakan otak mini dari sel punca yang dapat mengembangkan jaringan saraf yang dapat berfungsi dengan menunjukkan aktivitas listrik. Meskipun sejuta kali lebih kecil dari otak manusia, otak yang tumbuh di laboratorium ini adalah yang pertama kali diamati untuk menghasilkan gelombang otak yang menyerupai otak milik bayi prematur. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell, dapat...

Ditemukan Kehidupan Mikroba 2,4 Km di Bawah Tanah

Di tahun 2018, sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekitar 1.000 ilmuwan internasional selama 10 tahun mengungkapkan ratusan lokasi terdapat di bawah daratan dan lautan. Mereka telah memperkirakan volume biosfer di kedalaman tanah ini bisa mencapai 2 hingga 2,3 miliar km kubik. Sehingga, massa dari karbonnya diperkirakan bisa mencapai 15 hingga 23 miliar ton atau 245 hingga 385 kali lebih besar dari massa karbon manusia di...

Tiga Eksoplanet Berbatu Ditemukan Berjarak 12 Tahun Cahaya

Para peneliti telah menemukan tiga buah eksoplanet yang mengorbit pada sebuah bintang yang bernama Gliese 1061, dengan jarak sekitar 12 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Ketiga eksoplanet ini merupakan planet berbatu dan seukuran Bumi, di mana salah satu dari planetnya mengorbit di zona layak huni, berpotensi untuk mendukung kehidupan. Bintang Gliese 1061, berada pada posisi ke 20 dalam urutan bintang yang...

Teleportasi Kuantum Kompleks Dicapai Untuk Pertama Kalinya

Para ilmuwan Austria dan Cina telah berhasil melakukan teleportasi keadaan kuantum tiga dimensi untuk pertama kalinya. Teleportasi dimensi tinggi dapat memainkan peran penting dalam komputer kuantum masa depan. Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Austria dan Universitas Wina secara eksperimental telah menunjukkan apa yang sebelumnya hanya kemungkinan teoretis. Bersama dengan para fisikawan kuantum dari Universitas Sains dan Teknologi Cina, mereka...

Manusia Bisa Tinggal di Dalam Gua Bawah Tanah Bulan, Menurut ESA

Badan Antariksa Eropa (ESA) berharap manusia suatu hari nanti bisa menggunanakan gua-gua seperti lubang terowongan yang berada di bawah permukaan Bulan sebagai tempat untuk berlindung dalam jangka waku yang panjang. Sebelumnya, Bulan mungkin hanya dikenal sebagai sebuah satelit yang mati di mana tidak ada lagi panas internal yang tersisa untuk proses pendorongan permukaannya hingga menimbulkan berbagai peristiwa seperti gempa, terbentuknya berbagai...

Berbagai Eksoplanet Mungkin Lebih Layak Huni Dari Bumi, Menurut Sebuah Studi

Dalam upaya melakukan pencariannya terhadap eksoplanet, saat ini lebih difokuskan terhadap eksoplanet yang berada di 'zona layak huni', suatu area di mana eksoplanet tersebut memiliki jarak yang ideal terhadap bintangnya, sehingga memungkinkan untuk keberadaan air yang tetap mencair di atas permukaannya dan pada akhirnya dapat mendukung sebuah kehidupan. Namun, sebuah penelitian terbaru mulai menganalisa keterkaitan lautan yang mungkin terdapat di...