Beranda Teknologi

Teknologi

Teknologi

Beranda Teknologi

Menghasilkan Listrik dari Kelembapan Udara

Para peneliti telah berhasil mengembangkan suatu perangkat yang dapat menghasilkan listrik dengan memanfaatkan kelembapan udara dan sejenis mikroba. Beberapa bakteri seperti Geobacter sulfurreducens memiliki fitur semacam benang yang dapat menghantarkan listrik yang juga bisa disebut sebagai kawat nano (nanowire). Para ilmuwan  memanfaatkan interaksi dari kawat nano Geobacter dengan udara di sekitarnya dalam sebuah perangkat melalui bantuan elektroda. Dilaporkan di jurnal Nature,...

Objek Berputar Tercepat di Dunia dengan Kecepatan 300 Miliar rpm

Nanopartikel berbentuk halter didukung oleh kekuatan dan torsi cahaya telah menjadi objek yang berputar tercepat di dunia. Para ilmuwan di Universitas Purdue menciptakan objek yang berputar pada 300 miliar revolusi per menit (rpm). Atau, dengan kata lain, 500.000 kali lebih cepat daripada mesin bor dokter gigi. Selain itu, nanopartikel silika dapat berfungsi sebagai pendeteksi torsi paling sensitif di dunia. Para peneliti berharap dapat menggunakannya...

Baterai Karbon Dioksida Pertama yang Bebas Karbon dan Terisi Ulang Sepenuhnya

Baterai lithium-karbon dioksida adalah sistem penyimpanan energi yang menarik karena memiliki kepadatan energi spesifik yang lebih dari tujuh kali lebih besar daripada baterai lithium-ion yang biasa digunakan. Namun, sampai sekarang, para ilmuwan belum dapat mengembangkan prototipe yang dapat diisi ulang sepenuhnya, meskipun potensinya untuk dapat menyimpan lebih banyak lagi energinya. Para peneliti dari University of Illinois at Chicago adalah yang pertama...

Terobosan teknologi tinggi dalam anti bisa ular

Anti bisa eksperimental telah dikembangkan melawan dendrotoxin dari ular berbisa yang paling ditakuti di dunia, mamba hitam, yang dapat ditemukan di Afrika. Percobaan dilakukan dalam kolaborasi antara Technical University of Denmark (DTU), Instituto Clodomiro Picado di Kosta Rika, dan IONTAS di Cambridge, Inggris, dan temuannya baru-baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. Andreas Hougaard Laustsen, profesor di DTU Bioengineering, memperkirakan bahwa temuan ini dapat...

‘Supercatalyst’ Teknologi Baru untuk Daur Ulang Karbon Dioksida dan Metana

University of Surrey telah mengembangkan katalis baru dan hemat biaya untuk mendaur ulang dua penyebab utama perubahan iklim - karbon dioksida dan metana. Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Applied Catalysis B: Environmental, para ilmuwan telah menjelaskan bagaimana mereka membuat katalis -berbasis nikel tinggi yang diperkuat dengan timah dan ceria dapat digunakan untuk mengubah CO2 dan CH4 menjadi gas sintesis...

Tinggal di Mars tidak mungkin dengan menggunakan teknologi saat ini

Para penulis fiksi ilmiah telah lama melakukan terraforming, proses menciptakan lingkungan yang mirip di Bumi atau layak huni di planet lain, dalam kisah-kisah mereka. Para ilmuwan sendiri telah mengusulkan terraforming untuk memungkinkan kolonisasi jangka panjang di Mars. Solusi yang umum untuk kedua kelompok adalah melepaskan gas karbon dioksida yang terperangkap di permukaan Mars untuk mempertebal atmosfer dan bertindak sebagai...

Periset Mengembangkan Teknologi Berbasis Bahan Bakar Fosil yang Tidak Mencemari

Para periset di The Ohio State University sedang mengembangkan teknologi yang berpotensi mengonversi bahan bakar fosil dan biomassa menjadi produk bermanfaat termasuk listrik tanpa memancarkan karbon dioksida ke atmosfer. Dalam dua makalah pertama yang diterbitkan dalam jurnal Energy & Environmental Science , para periset melaporkan bahwa mereka telah menemukan sebuah proses yang mengubah gas limbah menjadi produk seperti metanol dan bensin-sembari mengkonsumsi...

Kumbang yang Hidup di Daerah Vulkanik Menginspirasi Bahan Pendingin Baru

Beberapa serangga memiki keunikan pada sayapnya. Misalnya sayap pada kupu-kupu mawar yang secara optimal mampu menyerap sinar dari matahari. Sayap pada ngengat tuli mampu menghindarkannya dari kelelawar sebagai predatornya. Sekarang, para peneliti telah terinspirasi oleh kumbang yang mampu mengatur suhu tubuhnya meski hidup di sekitar tempat ekstrim. Sehingga, dapat berimplikasi terhadap kemajuan dalam pengembangan berbagai pendingin, mulai untuk peralatan elektronik...

Ekstrak wortel dan bit-gula memperkuat beton

Sayuran sebagai tanaman yang banyak membawa manfaat sudah umum digunakan sebagai bahan makanan. Namun, ternyata sayuran akar - sayuran yang terletak di dalam tanah - juga bisa dimanfaatkan untuk bidang konstruksi sehingga dapat menghasilkan bangunan yang lebih kuat dan lebih ramah lingkungan. Sebuah konsep nanoteknologi yang serupa dengan penambahan graphene pada beton, namun dengan biaya yang lebih murah. Para peneliti...

Jepang Berencana Membuat Satelit Berbahan Kayu

(Credit : Sumitomo Forestry)

Sebuah perusahaan Jepang dan Universitas Kyoto berencana untuk membuat satelit berbahan kayu yang lebih ramah lingkungan, namun tahan dalam kondisi ekstrim. Banyak peneliti serta ilmuwan di seluruh dunia setuju bahwa sampah antariksa menjadi masalah serius. Semakin bertambahnya sampah di sekitar orbit Bumi bukan saja dapat mempersulit navigasi, tapi juga melepaskan zat berbahaya ke atmosfer. Dan puing-puing dari satelitnya bisa sampai...