BAGIKAN
Retha Ferguson/Pexels

Seluruh materi yang ada di semesta ini berasal dari apa yang dinamakan sebagai debu bintang, setidaknya ini adalah gagasan yang populer dan berkesinambungan dengan peristiwa awal terbentuknya semesta Big Bang. Akibat kondisi yang sangat panas dan sangat padat, terbentuklah untuk pertama kalinya unsur-unsur bermassa rendah seperti Hidrogen dan Helium. Dan dari reaksi nuklir, unsur-unsur kimia yang menyusun materi di seluruh alam semesta tercipta. Melalui kelahiran, kehidupan dan kematian berbagai bintang.

Saat sebuah bintang mengalami kematian, umumnya akan melewati suatu fase berupa ledakan besar yang disebut supernova. Dari peristiwa ledakan ini, berbagai unsur dan senyawa bisa terbentuk dan tersebar luas. Salah satunya adalah unsur kalsium, yang banyak terdapat dalam tulang dan gigi kita. Para peneliti telah menunjukkan bagaimana setengah dari kalsium yang ada di semesta ini diperkirakan berasal dari ledakan supernova. 

Dengan menggunakan teknologi deep space X-ray dan pencitraan inframerah, para ilmuwan berhasil merekam suatu peristiwa langka di mana ledakan dahsyat dari sebuah bintang telah begitu banyak menghempaskan bahan-bahan kalsium ke seluruh penjuru angkasa. 


Penelitian ini merupakan hasil kerja sama dari 67 ilmuwan 15 negara, mengungkapkan bahwa peristiwa ledakan supernova bintang yang kaya akan kalsium ini, diawali ketika bintang-bintang dengan kepadatan tinggi mulai kehilangan massanya menjelang kematiannya. Kemudian, lapisan terluarnya yang terdiri dari gas meledak dan menyemburkan berbagai material ke segala arah.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam the Astrophysical Journal.

(Aaron M. Geller, Northwestern University)

“Peristiwa ini sangat langka terjadi dan kami tidak pernah tahu apa yang menyebabkan terjadinya supernova dengan kalsium yang sangat melimpah,” kata astrofisikawan Wynn Jacobson-Galan dari Northwestern University.

Bintang supernova yang menjadi pusat perhatian para astronom ini diberi nama SN 2019 ehk, ditemukan pertama kali oleh Joel Shepherd, seorang astronom amatir, yang berlokasi di galaksi spiral Messier 100 (M100), berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Tidak lama setelah penemuan tersebut, hampir seluruh teleskop yang ada di Bumi ikut mengamati bintang tersebut – karena untuk peristiwa yang terjadi sekejap ini, kecepatan sangatlah penting.

Apa yang tidak diperkirakan oleh para aztronom adalah terangnya cahaya X-ray yang dipancarkan oleh SN 2019 ehk ini. Para ilmuwan dengan cepat menyadari bahwa yang mereka amati adalah gelombang besar cahaya x ray berenergi tinggi yang memancar dari bintang yang membentuk lapisan luar dari gas, memberikan petunjuk material apa saja yang dilemparkan dari ledakan tersebut dan seberapa banyak material yang pernah ada di bintang tersebut.


Dengan mengamati saat-saat menjelang kematian bintang ini, para ilmuwan dapat memperkirakan apa yang sebenarnya terjadi disana: reaksi antara material yang terlontarkan oleh ledakan dan cincin gas bagian luar dari bintang menghasilkan temperatur panas yang intens dan tekanan yang sangat tinggi, kemudian terjadi reaksi nuklir yang menghasilkan elemen kalsium yang ikut dilepaskan ketika bintang berusaha melepaskan energi dan panas secepat mungkin.

“Kebanyakan bintang-bintang masif menghasilkan sejumlah kecil kalsium selama masa hidup mereka, tetapi pada peristiwa yang terjadi pada bintang SN 2019 ehk ini terbukti menghasilkan kuantitas yang sangat besar dari kalsium dalam proses ledakan yang tersebar di penjuru galaksi,” kata astronom Régis Cartier dari National Optical-infrared Astronomy Research Laboratory (NOIR-Lab) di Amerika Serikat.

“Dan akhirnya elemen kalsium ini tersebar hingga mencapai sistem-sistem planet, hingga akhirnya mencapai planet Bumi!”

Dan karena bintang-bintang ini cukup penting dalam menghasilkan kalsium, yang menarik perhatian banyak astronom untuk mengamatinya – bahkan Hubble tidak berhasil menangkap SN 2019 ehk. 

Dengan berhasil teramatinya ledakan supernova langka ini, maka akan terbuka sebuah ladang penelitian baru dan mungkin akan dapat mengungkap bagaimana kalsium yang ada di tulang dan gigi kita -dan dimanapun di semesta ini- berasal.

Dan penelitian ini adalah sebuah contoh kerjasama yang baik dari komunitas ilmiah dalam menangkap gambar dan merekam peristiwa yang sangat langka dan penting di dunia astronomi. Hanya 10 jam setelah cahaya terang akibat ledakan besar pertama tertangkap di langit oleh Joel Shepherd, teleskop-teleskop di belahan dunia lainnya telah bersiap untuk merekam apa yang akan terjadi selanjutnya.