BAGIKAN
Copernicus/DLR/BIRA/ESA

Selama ini lapisan ozon yang berada di atas Antartika, Kutub Selatan dikenal dengan siklusnya yang berfluktuasi setiap tahun. Dan lapisan ozon di atas wilayah Arktik di Kutub Utara cenderung lebih stabil karena suhu di sana tidak sedingin Antartika. Lebih dari satu bulan yang lalu, sebuah lubang baru di lapisan ozon mulai terbentuk di atas Arktik, kutub utara.

Lapisan ozon di atas Kutub Utara sudah pernah menghilang beberapa kali sebelum saat ini. Dan lubang ozon yang terbentuk kali ini adalah suatu fenomena baru. Menurut para ilmuwan, lubang ozon ini adalah yang paling luas yang pernah tercatat di belahan utara planet kita. Menurut Badan antariksa Eropa (ESA), terbentuknya lubang ozon kali ini kemungkinan disebabkan oleh cuaca ekstrim dan fenomena pada atmosfer bumi yang terjadi akhir-akhir ini.

Tahun ini, lubang pada lapisan ozon di atas Arktik berukuran lebih besar dari biasanya, hal ini disebabkan karena temperatur dingin yang persisten di stratosfer menyebabkan terbentuknya awan-awan stratosfer di atas Arktik. Awan Stratosfer ini menjadi penyebab kerusakan lapisan ozon karena disana terjadi reaksi kimia dari polutan seperti klorin dan bromin yang menghasilkan senyawa kimia yang merusak lapisan ozon.



Paul Newman, ilmuwan NASA mengatakan, “Hilangnya lapisan ozon di atas Arktik terjadi setiap tahun, tetapi yang terjadi di tahun 2020 ini adalah yang paling ekstrim dari yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.”

Lapisan ozon di atmosfer bumi berfungsi seperti lapisan kulit pelindung, melindungi permukaan planet dari radiasi sinar ultraviolet matahari yang merusak. Tetapi dalam abad modern ini, zat kimia buatan manusia yang dikenal dengan chlorofluorocarbons (CFC) telah merusak lapisan ozon dan menyebabkannya semakin menipis, dan dibeberapa tempat, menyebabkan terbentuknya lubang ozon.

Tetapi menurut ESA, terbentuknya lubang ozon yang tidak biasa ini relatif lebih kecil dari lubang ozon yang pernah terbentuk di atas Antartika.

Sebelumnya, lubang ozon di atas kutub utara pernah terdeteksi di tahun 2011 dan 1997 dan hilangnya lapisan ozon di area tersebut tahun ini adalah yang terluas dalam catatan NASA selama 41 tahun terakhir. Lubang ozon ini mungkin bisa semakin meluas hingga mencapai 25 juta kilometer persegi – dan luas ini masih dianggap relatif kecil oleh para ilmuwan- dan lubang di atas Arktik yang baru terbentuk ini berukuran kurang dari 1 juta kilometer persegi.

Dan para ilmuwan mengharapkan lubang ozon di kutub utara akan tertutup dalam beberapa bulan mendatang.



“Perkiraan kami akan terjadi peningkatan temperatur di polar vortex,” kata Vincent -Henri Peuch, direktur the European Union’s Copernicus Atmosphere Monitoring Service, yang melakukan penelitian tentang fenomena ini. “Bisa diartikan bahwa proses hilangnya lapisan ozon akan melambat dan akhirnya akan berhenti sama sekali ketika udara di kutub bercampur dengan udara yang kaya ozon dari area garis lintang di bawah kutub utara.”

Para ilmuwan masih belum bisa memprediksi apa yang akan terjadi di tahun mendatang. Biasanya, terbentuknya lubang ozon yang lebih luas dari biasanya disebabkan oleh cuaca ekstrim, yang mungkin terjadi karena fenomena perubahan iklim yang terjadi dalam dekade terakhir ini. Tetapi masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa hilangnya lapisan ozon di atas wilayah Arktik akan semakin memburuk jika perubahan iklim terus terjadi.

Tetapi kita semua tahu bahwa hilangnya lapisan ozon memicu peningkatan cuaca ekstrim di seluruh dunia. Artinya, hilangnya lapisan ozon yang semakin meluas akan berimplikasi buruk terhadap kondisi planet kita di masa depan.

Pada tahun 1997, 197 negara menandatangani pakta internasional yang dikenal dengan Montreal Protocol untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat kimia yang menjadi penyebab berkurangnya lapisan ozon, antara lain Chlorofluorocarbons (CFC). Tanpa adanya perjanjian multilateral ini, kata Newman, kondisi di kutub utara mungkin akan lebih buruk dari saat ini.

Lubang ozon di atas Antartika biasanya akan mencapai puncaknya pada bulan September dan Oktober sebelum akhirnya akan berbalik pada bulan Desember dan kemudian akan kembali mulai terbentuk kembali pada musim semi berikutnya. Tahun lalu, lubang ozon di atas Antartika adalah yang paling kecil yang pernah tercatat sejak pertama kali ditemukan tahun 1985.


Sumber: ScienceAlert , NBCNews