BAGIKAN
[Eliska Koliosova/flickr.com]

Dalam sebuah penyelidikan, bubuk putih yang ditemukan di TKP bisa menjadi dilema. Menyentuh serbuk bisa berbahaya atau membahayakan barang bukti, dan mengirim sampel ke laboratorium untuk diidentifikasi, bisa memakan waktu terlalu lama.

Sekarang, para ilmuwan di Heriot-Watt University telah membuktikan konsep bahwa setiap serbuk putih memiliki kekhasan dan ‘sidik jari’ yang unik, sehingga memungkinkannya untuk diidentifikasi secara instan dengan menggunakan teknologi laser portabel.

Profesor Derryck Reid dan timnya melaporkan dalam Optics Express bahwa mereka mampu mengidentifikasi 11 sampel serbuk putih menggunakan sistem laser inframerah mereka. Tidak memerlukan sampel atau mengganggu serbuk yang diperlukan, dan dapat diidentifikasi dari jarak hingga satu meter.

Serbuk tidak beracun yang tersedia seperti penghilang rasa sakit, suplemen nutrisi, stimulan dan gula sederhana dipilih sebagai percobaan, meskipun Profesor Reid percaya bahwa sistem identifikasi akan terbukti paling berguna untuk satu set zat yang berbeda.

Profesor Derryck Reid mengatakan: “Identifikasi serbuk putih yang instan dan akurat dapat berguna dalam berbagai skenario, seperti mendeteksi obat-obatan palsu, melakukan analisis bahan makanan atau mengidentifikasi bahan berbahaya seperti residu eksplosif.

“Kami menggunakan konsep bahwa bubuk putih memiliki ‘sidik jari’ warna yang dapat dideteksi menggunakan proses yang dikenal sebagai spektrometri.

“Setiap serbuk memiliki ikatan kimia yang berbeda dan ini mempengaruhi bagaimana serbuk menyerap cahaya. Dengan menganalisis kontras antara cahaya inframerah yang kita pancarkan pada serbuk, dibandingkan dengan warna yang akan dikembalikan, kita dapat mengidentifikasi bahan dan senyawa kimia tersendiri.

“Ini memiliki aplikasi yang jelas untuk mendeteksi narkotika. Kami tahu bahwa ada keinginan untuk menggunakan teknologi portabel di TKP yang dapat mengurangi risiko yang dihadapi oleh personel, sekaligus memberikan hasil yang akurat dan instan.

“Teknologi laser baru-baru ini dikomersilkan oleh perusahaan spinout Heriot-Watt Chromacity Ltd, jadi sekarang ini merupakan langkah singkat untuk mengembangkan direktori sidik jari serbuk yang akan memungkinkan pengguna untuk dengan cepat mengidentifikasi serbuk yang ada di depan mereka, tanpa penundaan atau bahaya.”

Chromacity, yang mendesain dan memproduksi laser ultraviolet di taman riset Universitas Heriot-Watt, telah memodernisasi sistem laser yang digunakan dalam percobaan, yang berarti para perespon pertama dan pengguna lain dapat memiliki teknologi laser canggih dalam sebuah paket ukuran tas besar.

VIAAum
SUMBER Heriot-Watt University
BAGIKAN