BAGIKAN
(Ilustrasi: Fabio Manucci)

Ahli paleontologi University of Alberta menemukan spesies baru kadal laut yang hidup 70 hingga 75 juta tahun yang lalu, dengan otot dan kulitnya yang terawat dengan baik.

Fosil tersebut adalah dolichosaurus, kadal laut yang terkait dengan ular dan mosasaur. Disebut sebagai Primitivus manduriensis, ditemukan di Puglia, Italia, dan diberi nama berdasarkan varietas lokal Manduria anggur merah primitivo.

Fosil itu ditemukan di tempat yang dulunya merupakan lingkungan air dangkal. Setelah mati, kadal itu jatuh ke dasar perairan dan tertutup oleh endapan, tak tergerus oleh pergerakan air yang seharusnya telah mencerai beraikan bangkainya. Dan tanpa kejelasan predator di sekitar yang memakan bangkainya, ia tetap utuh.

“(Kadal laut) pada dasarnya adalah hewan kecil bertubuh panjang yang terlihat seperti kadal biasa dengan leher dan ekor yang lebih panjang,” jelas mahasiswa Ilaria Paparella, penulis utama penelitian yang merinci penemuan ini. “Mereka memiliki tangan dan kaki seperti dayung untuk berenang tetapi juga bisa bergerak di darat.”

Fosil secara signifikan lebih muda dari spesimen lain yang ada dari kelompoknya, memperpanjang rentang waktu keberadaan mereka sekitar 15 juta tahun.

Pencitraan cahaya alami ( a ) dan UV ( b ) yang terekspos dari matriks pada tampilan dorsal. Pencitraan di bawah radiasi UV adalah gabungan dari dua gambar. [Royal Society Open Science]

Bagi Paparella, salah satu hal yang paling menarik tentang spesimen tersebut adalah kemampuannya untuk mempelajari jaringan lunak, termasuk sisik, otot dan kulit.

“Perlu ada kondisi yang sangat khusus agar jaringan lunak dapat terawetkan pada fosil,” jelasnya. “Lokasi di mana Primitivus manduriensis ditemukan memiliki banyak potensi. Kami berharap mendapatkan izin dari otoritas Italia untuk melakukan kerja lapangan lebih lanjut.

“Ini adalah pertama kalinya saya memiliki kesempatan untuk melihat gambaran lengkap dari spesimen yang diawetkan dengan indah, hingga mencapai skala,” tambah Paparella. “Untuk spesies yang hidup, para ilmuwan menggunakan pola skala dan kulit untuk identifikasi. Itu unik untuk menggunakan teknik ini untuk meneliti spesimen yang telah mati 70 juta tahun yang lalu. ”

Makalah, “A New Fossil Marine Lizard With Soft Tissues From the Late Cretaceous of Southern Italy,” diterbitkan di Royal Society Open Science .