Sains
Kemiripan Wajah Bisa Memiliki Kemiripan dalam DNA dan Perilaku
Orang-orang yang memilki wajah serupa, tapi bukan kerabat atau tidak terkait secara genetik, mungkin kemiripannya itu disebabkan oleh varian genetik yang sama. Demikian menurut sebuah penelitan yang diterbitkan di jurnal Cell Reports. Berdasarkan penelitian terhadap 16 pasangan yang dianggap memiliki kemiripan, analisis DNA memang menunjukkan terdapat genom yang serupa. Tetapi, itu tidak cukup berhenti pada itu saja. Mereka juga teramati...
Para Ilmuwan Berupaya Menyingkap Rahasia Arah Waktu
Bagaimana waktu berjalan dan terjadi di alam semesta? Para peneliti berupaya mendapatkan penjelasan tentang bagaimana tepatnya arah waktu muncul dari interaksi yang terjadi pada skala partikel dan sel. Meskipun bagaimana tepatnya ini sebenarnya terjadi, masih belum jelas. Pada dasarnya, arah waktu muncul dari hukum kedua termodinamika. Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan, maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami...
Pemanasan Global Menciptakan Ledakan Keanekaragaman Reptil Purba
Kepunahan akhir Permian dianggap penting bukan hanya karena kedahsyatannya, tetapi juga karena menandai dimulainya era baru ketika reptil menjadi kelompok dominan hewan vertebrata yang hidup di daratan. Pada masa Permian, fauna vertebrata di darat didominasi oleh sinapsida - nenek moyang mamalia. Setelah kepunahan Permian, pada Periode Trias (252-200 juta tahun yang lalu), reptil berevolusi dengan kecepatan tinggi, menciptakan ledakan keanekaragaman...
Sejarah Perbudakan Terkait dengan Tingkat Kepemilikan Senjata di AS
Tingkat kepemilikan senjata api oleh penduduk Amerika saat ini, ada kaitannya dengan tingkat perbudakan di negara tersebut. Demikian menurut analisis baru oleh para peneliti yang mengeksplorasi mengapa orang Amerika terkait senjata berbeda dengan kebanyakan negara lainnya. Lebih dari 45% senjata api milik masyarakat sipil dunia berada di Amerika Serikat. Perbedaan ini mungkin ada hubungannya dengan cara mayoritas pemilik senjata Amerika...
Para Astronom Mendapatkan Gambar Paling Tajam dari Bintang Terberat di Semesta
Para astronom telah memperoleh gambar paling tajam dari bintang R136a1, sebuah bintang paling masif di alam semesta, sejauh yang diketahui manusia. Bintang ini juga salah satu bintang terpanas, dan terletak di Awan Magellan Besar. Berjarak sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi, R136a1 hampir 9 juta kali lebih bercahaya dari Matahari. Prestasi ini diperoleh dengan teknik baru untuk melihat gugus bintang,...
Keterikatan Kuantum antara Dua Sistem yang Terpisah 12,5 Km
Sebelumnya para peneliti telah mengembangkan dan mendemonstrasikan fungsi dasar dari modem kuantum untuk keperluan internet kuantum di masa depan. Setidaknya, ini dapat diintegrasikan ke dalam jaringan serat optik telekomunikasi yang telah ada saat ini. Revolusi kuantum pertama menghasilkan elektronik semikonduktor, laser, dan terakhir internet. Revolusi kuantum kedua yang akan datang menjanjikan komunikasi antispy, sensor kuantum yang sangat presisi. Juga, komputer kuantum untuk tugas...
Megalodon Mungkin Biasa Memakan Paus Pembunuh
Dengan menggunakan pemodelan tiga dimensi terhadap fosil megalodon yang ditemukan pada tahun 1860-an, para peneliti berhasil merekontruksi predator puncak di lautan purba tersebut lebih detail. Dengan perhitungan yang didapat, mungkin megalodon bisa menjadi pelahap paus pembunuh modern. Hasil rekonstruksi Otodus megalodon menunjukkan bahwa megalodon tersebut memiliki panjang sekitar 16 meter dan beratnya lebih dari 61 ton. Diperkirakan, ia mampu memiliki...
Hewan Tanpa Anus ini Bukan Nenek Moyang Manusia
Sebuah penelitan sebelumnya menemukan hewan kecil tanpa anus sebagai kemungkinan nenek moyang paling awal dari manusia. Hewan yang disebut sebagai Saccorhytus coronarius ini, memiliki mulut yang besar tapi tidak memilki lubang anus. Penelitian terbaru saat ini, mengoreksi hipotesis tersebut. Hewan ini mungkin bukan leluhur dari vertebrata. Saccorhytus adalah hewan berduri, berkerut, bermulut besar yang dikelilingi lubang--lubang kecil yang ditafsirkan sebagai...
Ikan Siput ini Memilki Zat Antibeku yang Membuatnya Bertahan di Laut Kutub
Dalam upayanya untuk bertahan hidup dan meneruskan keturunannya, setiap organisme telah mengembangkan strategi dan adaptasi sesuai dengan habitat di mana mereka tinggal, misalnya dengan perubahan yang terjadi pada bentuk tubuh atau kebiasaan yang tidak ditemukan pada organisme lainnya. Belum lama ini, para peneliti menemukan bahwa ikan siput (Liparis gibbus) yang hidup di perairan es di Greenland memiliki protein antibeku yang melimpah dalam tubuhnya....
Fabimicyn Berhasil Terhadap 300 Jenis Bakteri Resistan Antibiotik
Permasalahan bakteri yang memiliki resistensi terhadap antibiotik masih terus dicarikan upayanya. Salah satu penelitian terbaru yang berpeluang adalah ditemukannya senyawa yang dapat memusnahkan bakteri yang membandel tersebut. Khusunya untuk bakteri gram negatif yang biasa menimbulkan berbagai infeksi pada aliran darah, saluran kemih dan pernapasan. Dan tentu saja penyakit-penyakit tersebuit yang disebabkan oleh bakteri resistensi antibiotik menjadi cenderung sangat sulit untuk...







































