Sains
Perilaku Urinasi Sosial yang Menular pada Primata
Perilaku sosial dalam kelompok primata telah lama menjadi fokus penelitian karena relevansinya dengan evolusi perilaku manusia. Beberapa perilaku sosial yang menular, seperti menguap bersama (contagious yawning) dan perawatan sosial (social grooming), telah dikaji secara mendalam. Namun, studi terbaru oleh Onishi et al. (2025) menunjukkan bahwa urinasi juga dapat menjadi perilaku sosial yang menular di antara primata, khususnya pada simpanse...
Ditemukan 19.325 Gunung Berapi yang Berada di Dasar Lautan
Masih banyak rahasia yang belum terungkap dari dasar lautan. Karena baru kurang dari seperempatnya saja, seluruh dasar lautan Bumi yang telah dipetakan. Dan baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan lebih dari 19.000 gunung berapi yang berada di dasar lautan. Dipimpin oleh Julie Gevorgian dari Scripps Institution of Oceanography di California, mereka berhasil mengungkap temuan ini menggunakan data-data baru yang telah dihimpun...
Hubungan Panjang Hari Bumi dan Oksigenasi Atmosfer
Sejak terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, rotasi Bumi secara bertahap melambat, menyebabkan hari-hari semakin panjang. Meskipun perlambatan ini tidak terasa dalam skala waktu manusia, perubahan ini berdampak signifikan selama miliaran tahun. Salah satu dampaknya, yang mungkin paling penting bagi kehidupan di Bumi, adalah keterkaitannya dengan oksigenasi atmosfer, seperti yang dijelaskan dalam sebuah studi di tahun 2021. Peran Cyanobacteria dan...
Bagaimana Bencana Kosmik Menciptakan Kehidupan
Sebuah peristiwa dahsyat terjadi di Bumi sekitar 3,26 miliar tahun lalu: sebuah meteorit raksasa menghantam planet kita. Berbeda dengan peristiwa kepunahan massal yang mengakhiri era dinosaurus, dampak meteorit ini justru mungkin telah menjadi pemicu bagi perkembangan kehidupan awal di Bumi. Sebuah Ledakan dan Awal Baru Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan bahwa meteorit yang...
Evolusi dan Terobosan Otak Pertama dalam Navigasi Bilateria
Pada pandangan pertama, keragaman kerajaan hewan tampak luar biasa—dari semut hingga aligator, lebah hingga babun, serta krustasea hingga kucing, hewan-hewan tampak sangat beragam dalam berbagai aspek. Namun, jika diteliti lebih lanjut, mungkin Anda akan menyadari bahwa yang sebenarnya luar biasa tentang kerajaan hewan adalah seberapa sedikit keragamannya. Hampir semua hewan di Bumi memiliki rancangan tubuh yang sama. Mereka memiliki...
Misteri Asal-Usul Jalan Tegak Manusia: Belajar dari Simpanse di Tanzania
Selama puluhan tahun, banyak buku sains menggambarkan nenek moyang manusia pertama kali berdiri tegak karena terpaksa meninggalkan pepohonan. Saat hutan berubah menjadi sabana terbuka di Afrika, mereka harus berjalan dengan dua kaki untuk mencari makan sambil menghadapi ancaman pemangsa besar. Namun, penelitian terbaru justru menantang gambaran klasik ini. Bipedalisme: Dari Atas Pohon, Bukan dari Tanah Lapang? Studi unik yang dipimpin oleh...
Bunglon dan Evolusi Perubahan Warna yang Menakjubkan
Bunglon dikenal luas sebagai hewan yang mampu mengubah warna tubuhnya. Kemampuan ini sering dianggap sebagai bentuk kamuflase semata, namun dari sudut pandang evolusi, perubahan warna pada bunglon merupakan hasil adaptasi kompleks yang melibatkan komunikasi, pengaturan suhu, dan seleksi alam selama jutaan tahun. Secara ilmiah, perubahan warna pada bunglon tidak disebabkan oleh pigmen seperti pada gurita, melainkan oleh struktur khusus pada...
Penemuan Bukti Aktivitas Hominin Tertua di Eropa dari Situs Fosil Grăunceanu, Rumania
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Departemen Sosiologi & Antropologi di Universitas Ohio menemukan bukti aktivitas hominin di situs fosil Grăunceanu, Rumania, yang diperkirakan berusia setidaknya 1,95 juta tahun. Temuan ini memperpanjang sejarah keberadaan hominin di Eropa hingga setengah juta tahun lebih awal dari yang sebelumnya diketahui, menjadikan Grăunceanu sebagai bukti tertua yang dikonfirmasi tentang aktivitas hominin di benua tersebut. Grăunceanu...
Kiamat Senyap: Serangga Menghilang, Bahkan di Tempat Paling Liar
Kupu-kupu, belalang, kumbang, dan triliunan makhluk kecil rapuh yang menopang dunia kita sedang dalam masalah besar. Kabar buruknya, mereka tidak hanya menghilang di kota atau lahan pertanian. Sebuah studi baru menemukan bahwa krisis ini terjadi bahkan di zona-zona terpencil yang nyaris tak tersentuh manusia. Selama ini, hilangnya serangga dikaitkan dengan perusakan habitat dan perubahan iklim lokal akibat aktivitas manusia. Namun,...





































