Sains
Temuan yang Memperkuat Dugaan Ledakan Supernova di Sekitar Bumi
Dengan ditemukannya berbagai unsur langka di dalam lapisan sedimen kedalaman laut, para peneliti memperkirakan keberasalannya dari suatu ledakan supernova di sekitar Bumi 2,5 juta tahun yang lalu. Diperkirakan, supernova ini berawal dari ledakan sebuah bintang yang massanya lebih dari sepuluh kali lipat dari Matahari.Dari proses yang terjadi, akhirnya terbentuk besi, mangan dan berbagai unsur-unsur lainnya. Menurut para peneliti yang telah...
42 Tahun yang lalu Kehidupan di Venus Terdeteksi NASA Tanpa Disadari
Jika memang suatu bentuk kehidupan pernah ada di planet Venus, NASA mungkin pernah mendeteksinya 42 tahun yang lalu. Tetapi penemuan ini tidak pernah mereka sadari hingga saat ini. Kemungkinan adanya kehidupan di Venus memang sangat kecil kemungkinannya. Tetapi ada alasan untuk terus menyelidikinya. Pada tanggal 14 September lalu, sebuah tim peneliti mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan pada jurnal Nature Astronomy. Dengan...
Benarkah Virus Corona Baru Telah Bermutasi Menjadi Semakin Menular?
Para peneliti selama ini terus mengumpulkan dan melakukan pengurutan genetik dari sampel-sampel virus yang ada untuk melacak sejauh mana virus-virus tersebut telah bermutasi. Sejauh ini, dari hasil pengamatan para ilmuwan, satu versi virus lebih sering bermutasi dari yang lainnya, adalah sebuah strain virus yang diberi nama D614G. Menurut hasil sebuah penelitian pra cetak sebelumnya yang dilakukan oleh para peneliti dari Houston...
Daripada Melahap, Ular ini Mempreteli Jeroan Perut Mangsanya
Kebanyakan ular menelan mangsanya secara utuh. Namun ular Kukri Pita Kecil di Thailand tampaknya telah berevolusi memilki kebiasaan menikmati jeroan di dalam perut mangsanya daripada menelannya mentah-mentah. Tim peneliti dari Denmark dan Thailand yang dipimpin oleh Henrik Bringsøe, telah mendokumentasikan tiga kejadian di mana ular Kukri Pita Kecil (Oligodon fasciolatus) menggunakan gigi rahang atas posterior yang membesar untuk membelek perut...
Molekul ini Membuat Bakteri Mampu Menghembuskan Energi Listrik Ketika Bernapas
Berbeda dengan manusia dan makhluk hidup lainnya di planet ini, yang bernafas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, satu jenis bakteri, Geobacter, ‘bernafas’ dengan menelan material-material organik dan menghembuskan elektron, partikel subatom bermuatan negatif, dan menghasilkan arus listrik yang sangat kecil dalam proses tersebut. Elektron-elektron yang dihasilkan oleh Geobacter, selanjutnya akan berinteraksi dengan mineral-mineral yang terdapat di bawah tanah,...
Para Ilmuwan Mengukur Jumlah Total Materi di Alam Semesta
Para peneliti telah menentukan bahwa jumlah total dari materi di alam semesta terdiri dari 31,5 % gabungan antara materi normal dan materi gelap. Sementara sisanya, 68,5% adalah energi gelap. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh para ilmuwan dari University of California, Riverside (UCR), telah melaporkan hasil penelitiannya di Astrophysical Journal. "Untuk menempatkan jumlah materi itu dalam konteksnya, jika semua materi...
Salah Satu Planet Terekstrim di Semesta Terungkap Melalui Data Satelit
WASP-189b adalah sebuah eksoplanet yang mengorbit di sekitar bintang HD 133112, salah satu bintang terpanas yang diketahui memiliki sebuah sistem planet. Para ilmuwan baru-baru ini melakukan studi terperinci terhadap planet ekstrasurya WASP-189b, dengan memanfaatkan data-data yang dimiliki oleh satelit CHEOPS (Characterising Exoplanets Satellite). CHEOPS adalah sebuah misi bersama antara European Space Agency (ESA) dan Swiss, di bawah naungan Universitas Bern...
Apakah Manusia Masih Berevolusi? Berikut Pendapat Para Ahli
Sebagai sebuah spesies, populasi manusia telah menghuni hampir seluruh sudut planet Bumi ini. Spesies kita telah mengembangkan teknologi dan budaya yang membentuk dunia yang kita huni saat ini. Teori adanya ‘seleksi alam’ kelihatannya cukup masuk akal ketika manusia masih hidup di zaman batu, ketika kita masih saling berkelahi hanya untuk memperebutkan seonggok daging, tetapi apakah teori itu masih bisa berlaku...
Proses Kesadaran dalam Otak Burung Untuk Pertama Kalinya Ditunjukkan Peneliti
Dengan mengukur sinyal otak, kelompok penelitian ilmu saraf di Universitas Tübingen telah menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa burung gagak memiliki pengalaman subjektif. Dengan secara bersamaan merekam perilaku dan aktivitas otak, memungkinkan para peneliti untuk menunjukkan bahwa gagak secara sadar dapat menangkap masukan sensorik. Pengalaman subjektif mengacu pada dampak emosional dan kognitif dari pengalaman yang bertentangan dengan pengalaman obyektif yang merupakan kejadian...
Matematika Mengungkapkan Perjalanan Waktu Secara Logis Memungkinkan
Dua orang ahli matematika mengklaim secara teoritis bahwa, adalah memungkinkan bagi seseorang untuk melakukan perjalanan waktu dan mengubah kenyataan. Meskipun demikian, mereka tidak memberitahukan seperti apa dan bagaimana caranya. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Classical and Quantum Gravity “Dinamika klasik mengatakan jika Anda mengetahui keadaan suatu sistem pada waktu tertentu, ini dapat memberi tahu kita seluruh sejarah sistem tersebut,” kata...






































