Sains
Mikroba Tumbuh Subur pada Meteorit Ditemukan Para Ilmuwan
Penelitian ini dilakukan terhadap batuan meteorit seberat 120 kilogram yang ditemukan pada tahun 2000. Menunjukkan jejak-jejak dari mikroba yang telah mengonsumsi kandungan mineral yang terdapat di dalamnya. Dikenal sebagai Northwest Africa 1172 (NWA 1172). Potongan meteorit ini telah dikolonisasi oleh mikroorganisma bersel satu Metallosphaera sedula. Prosesnya, bahkan lebih cepat dibandingkan pada bahan-bahan yang berasal dari Bumi, para peneliti menyimpulkan. Berbagai jenis mikroba...
Bagaimana Kemampuan Kita Mengenali Emosi Anjing Terbentuk
Anjing telah hidup berdampingan dengan manusia selama kurang lebih 30,000 tahun. Sejak pertama kali anjing liar masuk ke pemukiman manusia dan kemudian melalui proses domestikasi hingga menjadi bagian dari lingkungan peradaban manusia. Hubungan panjang kedua spesies ini, manusia dan anjing telah menyebabkan perilaku anjing secara unik menjadi selaras dengan perilaku manusia. Hasil penelitian ilmuwan telah membuktikan bahwa anjing bisa...
Sel Saraf Buatan Berhasil Dikembangkan Untuk Pertama Kalinya
Para ilmuwan telah mengembangkan sel saraf buatan yang berperilaku sama seperti sel saraf asli yang ditanamkan pada sebuah microchip. Temuan untuk pertama kalinya ini dapat membantu dalam menyembuhkan berbagai penyakit kronis, seperti gagal jantung, Alzheimer, dan berbagai penyakit degenerasi sel saraf lainnya. Selain berperilaku seperti sel saraf biologis, neuron (sel saraf) buatan ini hanya membutuhkan sedikit tenaga, sepersejuta dari kekuatan mikroprosesor. Sehingga,...
Ekspresi Kucing Memiliki Arti Tertentu dan Kita Tidak Pandai Memahaminya
Kita telah terbiasa mengasumsikan kucing mendengkur ketika merasa senang, dan ketika kucing mendesis dengan daun telinga tertarik ke belakang, menandakan kucing tersebut sedang marah. Mungkin anda mengenal Grumpy cat, seekor kucing yang sangat terkenal karena memiliki ekspresi wajah yang terlihat seperti cemberut. Tetapi, pemilik kucing ini meyakinkan kita semua bahwa raut wajah kucing mereka tidak selalu menggambarkan suasana hatinya, dia...
Menetralkan Sel Kanker dengan Mikrogravitasi Seperti di Ruang Angkasa
Eksplorasi di ruang angkasa memiliki berbagai resiko terhadap kesehatan, di antaranya kebocoran usus yang disebabkan adanya pengaruh dari mikrogravitasi - suatu kondisi di mana orang atau benda seolah-olah tidak memiliki bobot, membuat para astronot dan berbagai benda melayang di ruang angkasa. Namun, mikrogravitasi juga sepertinya dapat memberikan efek penyembuhan pada kanker, berdasarkan sebuah keberhasilan eksperimen yang telah dilakukan dalam skala...
Plastik Ramah Lingkungan dari Tanaman Pisang
Sampah plastik sangat sulit diurai oleh mikroba dan hal ini telah menjadi masalah pelik bagi lingkungan hidup. Struktur kimia plastik sebagai senyawa organik polimer terbentuk dari rantai karbon yang sangat kuat, sehingga secara alamiah untuk memecahkan rantai karbon tersebut dibutuhkan waktu yang sangat panjang, hingga mencapai ratusan bahkan ribuan tahun. Sebagai solusi masalah tersebut, telah dikembangkan bioplastik atau plastik biodegradable,...
Penyebab Kepunahan Neanderthal Bukanlah Manusia Modern
Manusia Neanderthal telah punah sekitar 40.000 tahun yang lalu. Disamping kaya akan budaya, postur tubuh yang tegap, spesies manusia purba ini memiliki banyak kesamaan dengan manusia modern, tetapi mereka akhirnya lenyap dari muka bumi. Mengapa? Alasan kepunahan spesies ini masih menjadi perdebatan, banyak hipotesis yang dikemukakan para ilmuwan, antara lain akibat kompetisi dengan manusia modern dengan anatomi yang superior (superior...
Seekor Anak Anjing 18.000 Tahun Terawetkan dalam Lapisan Es Siberia
Para peneliti menemukan bangkai seekor anak anjing dari era prasejarah yang terawetkan selama 18.000 tahun di kedalaman lapisan es permafrost di Siberia. Anak anjing, yang diyakini baru berumur dua bulan ketika tewas, dinamai "Dogor" yang berarti "Teman" dalam bahasa Yakut yang digunakan di daerah itu. Ditemukan di sekitar Sungai Indigirka di Siberia, timur laut Yakutsk, dan baru-baru ini dipelajari di Swedish...
Tsunami Anak Krakatau Tingginya Mencapai 100 Meter Lebih, Menurut Penelitian Terbaru
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa letusan gunung berapi Anak Krakatau di tahun 2018 menimbulkan gelombang setidaknya setinggi 100 meter yang telah menewaskan lebih dari 400 korban jiwa, menurut para peneliti dari Brunel University London dan University of Tokyo gelombang mematikan ini dapat menyebabkan kehancuran lebih besar lagi seandainya perjalanan dengan ketinggian tersebut menuju ke arah yang berbeda. Ketika Anak Krakatau meletus...
Eksplorasi Ruang Angkasa Bisa Membuat Usus Bocor
Para peneliti menunjukkan bahwa berdasarkan simulasi mikrogravitasi seperti yang ditemui di ruang angkasa dapat membuat kebocoran usus para astronot karena kerusakan jaringan epitel. Jaringan epitel yang melapisi usus kita telah menjadi semacam dinding pertahanan dari kedatangan berbagai mikroorganisme membahayakan yang masuk melalui makanan dan dapat menyerang bagian tubuh lainnya. "Temuan kami memiliki implikasi terhadap pemahaman kita tentang efek dari perjalanan ruang...






































