BAGIKAN
Credit: Illustration/Mark Witton

Para peneliti University of Southern California (USC), mempelajari tulang belulang yang terdapat di Museum LA County Natural History, menemukan bukti seekor hiu menakutkan yang melesat ke udara untuk menjatuhkan pterosaurus, sepesies reptil terbang yang tangguh.

Ini adalah gambaran sekilas bagaimana pertikaian prasejarah saat seekor monster di langit bertarung dengan binatang buas dari kedalaman air.

Hasil yang menyedihkan untuk salah satu reptil terbang yang secara brutal terekam berupa fosil di mana sang hiu telah mencaplok lehernya, meninggalkan jejak berupa gigi yang menempel pada vertebra. Para peneliti USC yang mempelajari tulang yang disimpan di Natural History Museum LA County mengatakan bahwasanya itu adalah sekilas kejadian langka interaksi satwa liar di zaman dinosaurus.

Sebuah jendela menuju dunia yang telah hilang, temuan ini membantu mengisi kekosongan tentang bagaimana sekelompok makhluk beterbangan pterosaurus yang telah punah, hidup dan berperilaku. Studi ini dipublikasikan di Peer J –  the Journal of Life and Environmental Sciences.

[Credit: (A) Stephanie Abramowicz, Natural History Museum of Los Angeles County, (B) David Hone.]
“Memahami ekologi hewan-hewan ini penting untuk memahami kehidupan di Bumi sepanjang waktu,” kata penulis senior studi tersebut, Michael Habib, dari Keck School of Medicine, USC dan rekan peneliti di Natural History Museum.

“Apakah ada hiu hari ini yang memburu burung laut? Ya, ada. Apakah itu unik? atau adakah hiu besar yang telah berburu makhluk terbang selama jutaan tahun? Jawabannya ya, mereka ada. Kita sekarang tahu bahwa hiu telah berburu hewan terbang sejak 80 juta tahun yang lalu.”

Fosil itu digali pada tahub 1960-an di daerah Smoky Hill Chalk of Kansas dan disimpan di gudang di sebuah museum sebelum para ilmuwan mengambilnya dari pajangan untuk dipelajari lebih lanjut. Mereka tertarik dengan gigi hiu yang tertanam di tujuh dari 1.100 spesimen Pteranodon, salah satu dari spesies pterosaurus. Menunjukkan bukti adanya interaksi antara predator dengan mangsanya, menurut penelitian.

Pteranodon adalah penguasa langit. Reptil terbang raksasa dengan jumlah yang melimpah ketika dinosaurus berjalan di muka bumi. Pteranodon memiliki tengkorak jambul yang mencolok, memiliki lebar sayap 5 meter dan berat sekitar 45 kg. Mereka dapat melakukan perjalanan jarak jauh, mendarat dan lepas landas dalam air dan menyenangi ikan.

Cretoxyrhina mantelli (wikimedia)

Tetapi lautan purba adalah tempat yang berbahaya untuk berlama-lama. Di bawah ombak mengintai reptil dan hiu pemakan daging yang berukuran besar. Dan betapapun ganasnya Pteranodon, mereka bukanlah lawan tandingan.

Tapi monster laut mana yang membunuhnya? Bagaimana hal itu terjadi? Dan mengapa tulang lehernya utuh?

Pertama, para ilmuwan harus mengesampingkan bahwa gigi hiu, dengan panjang sekitar 1 inci, tidak secara acak menempel pada vertebra Pteranodon; barangkali keduanya telah tersimpan dalam kuburan tulang prasejarah pada saat yang sama. Mereka menemukan bahwa gigi itu terjepit di antara tulang belakang leher, yang merupakan bukti nyata sebuah gigitan. Gigi itu milik Cretoxyrhina mantelli, hiu yang umum pada saat itu. Predator ini sangat besar, cepat dan kuat, sekitar 2,5 meter panjangnya dan hampir sebanding dalam penampilan dan perilaku Hiu Putih Besar saat ini, meskipun tidak terkait erat.

Pteranodon [Matt Martyniuk/Wikimedia]
Kedua, para ilmuwan bertanya-tanya mengapa bukti serangan dipertahankan sama sekali. Biasanya, gigitan hiu besar akan membuat tulang pterosaurus benar-benar hancur, meninggalkan sedikit jejak saja. Dalam sample ini, gigi seketika terjebak di bagian leher yang sangat kurus, yang terjadi pada fosil secara acak. Penemuan fosil seperti ini sangat langka sehingga ini adalah kejadian pertama yang mendokumentasikan interaksi dari spesies hiu dengan pterosaurus, studi menemukan.

Ketiga, sementara peneliti mungkin tidak pernah tahu secara persis apa yang telah terjadi, Habib mengatakan mungkin saja serangan itu terjadi saat Pteranodon yang terlemah, terkapar di atas air. Sementara Pteranodon bisa mendarat dan lepas landas di atas air, mereka akan susah payah di laut dan butuh waktu lama untuk lepas landas.

“Kita tahu hiu besar memakan pterosaurus, jadi kita bisa mengatakan spesies predator besar secara leluasa bisa memakan Pteranodon ketika memasuki air, tetapi kita mungkin tidak akan pernah tahu seperti apa persisnya,” kata Habib.

SUMBER University of Southern California
BAGIKAN