BAGIKAN

Mixed-Use Development

Mixed-Use Development adalah suatu pengembangan produk properti yang terdiri dari baik itu produk perkantoran, hotel, tempat tinggal, komersial yang dikembangkan menjadi satu kesatuan atau minimal dua produk properti yang dibangun dalam satu kesatuan.

Konsep ini menjawab kebutuhan akan optimalisasi return pada suatu lahan untuk pengembangan produk properti. Dimana disinilah adanya konsep deferensiasi produk serta ada beberapa macam produk yang dapat ditawarkan. Konsep ini juga cukup menjawab permasalahan pengembangan properti pada suatu wilayah ataupun perkotaan. Isu-isu permasalahan perkotaan yang kerap muncul dalam hal pengembangan infrastruktur dan properti, yaitu :

• Keterbatasan Lahan & Nilai Lahan (Sistem Pertanahan & Harga Patokan)
• Keterbatasan Sumber Daya (Alam, Manusia, Buatan)
• Peraturan (Pertanahan, Zoning Regulation)
• Tata Nilai Perkotaan (Keteraturan dan Ketertiban)
• Urbanisasi
• Penyediaan Prasarana Dasar (Air, Listrik, rumah)
• Jumlah Penduduk Yang Besar



Bagaimana Karakteristik Mixed-Use Development

Dalam penerapan konsep Mixed-use development sebetulnya ada beberapa karakteristik yang diperhatikan, yaitu :

1. Sinergi dua komponen atau lebih yang menghasilkan income cukup besar
Dengan dibangunnya dua atau lebih produk properti dalam suatu kesatuan pastinya akan memberikan suatu income tambahan yang besar, karena dari situ pula sisi deferensiasi produk bisa menjadi salah satu strategi pemasaran yang cukup baik dengan begitu sisi pemasukan juga akan menjadi besar pula.

2. Integrasi komponen secara fisik dan fungsional
Dalam Mixed-Use Development tersebut secara fisik mampu saling berintegrasi antara satu produk dengan produk lainnya serta secara fungsional mampu saling melengkapi antara satu produk dengan produk lain.

3. Sesuai dengan rencana masterplan yang koheren
Pengembangan Mixed-Use ini harus mengikuti masterplan yang sesuai dimana masterplan yang ada mencoba mengintegrasikan fungsi antara beberapa produk secara menyeluruh serta fasilitas penunjangnya yang lain seperti pedestrian penghubung.



Fokus dalam Pengembangan Mixed-Use

Dalam pengembangan konsep ini sebetulnya ada hal-hal yang harus menjadi titik fokus bagi para pengembang (developer), karena dengan memperhatikan hal-hal tersebut secara langsung akan membuat Konsep yang dikembangkan tersebut menjadi daya tarik konsumen serta akan menjadi konsep yang sempurna, beberapa hal tersebut antara lain :

1. Posisi dan lokasi proyek akan menentukan besarnya profit yang akan dihasilkan.
2. Keberadaan Infrastuktur harus efisien
3. Adanya akses pedestrian yang ideal antar komponen
4. Adanya amenities dan attractions yang tidak mungkin pada penggunaan single use
5. Menciptakan massing untuk memperoleh maximal interest
6. Adanya keterkaitan antara bangunan dengan lingkungan.
7. Adanya Keterkaitan antara proyek sejenis di lingkungan sekitar.
8. Perhatikan dengan seksama pentahapan konstruksi
9. Penggunaan bersama fasilitas
10. Pengelolaan proses perancangan harus efisien dan professional



Mixed-Use Complex di Amstredam

Praktiksi arsitektur Belanda MVRDV telah meluncurkan gambar baru bangunan ‘valley’, sebuah kompleks mixed-use d  seluas 75.000 meter persegi di Zuidas, distrik bisnis utama amsterdam. Pemenang penghargaan desain untuk real estat OVG dipilih oleh kota Amsterdam pada tahun 2015 dan konstruksi dimulai pada Agustus 2017. dijadwalkan selesai pada 2021, menara hijau bertingkat  akan mencakup apartemen, kantor, tempat parkir bawah tanah, bar langit dan berbagai fasilitas ritel dan budaya.

 

Daerah Zuidas Amsterdam merupakan pusat bisnis internasional penting yang kekurangan tempat tinggal. ‘Valley’ MVRDV akan mengubah kawasan ini menjadi kawasan perkotaan yang lebih layak huni dan lengkap, ‘menyambut sejumlah besar penduduk dan fasilitas umum tambahan ke daerah tersebut selama dekade berikutnya’.



Proyek ini dipertegas oleh tiga buah puncak dengan ketinggian yang bervariasi yang mencapai hingga 100 meter, di mana atapnya dapat diakses oleh publik dengan menawarkan pemandangan panorama Amsterdam. Kompleks ini terdiri dari 196 apartemen, 7 lantai kantor, tempat parkir tiga lantai, dan berbagai fasilitas ritel dan budaya.

 

Bangunan bergerigi akan dilapisi batu alam dan tata letak yang dihubungkan melalui alat digital untuk mengoptimalkan akses cahaya alami dan pemandangan, dengan tetap menjaga privasi. Bagian ini merupakan komponen inti yang lain dari proyek.



Karena tata letak yang unik, tidak ada dua apartemen yang akan sama. MVRDV berkolaborasi dengan perancang taman pemenang penghargaan Piet Oudolf dan Deltavormgroep pada desain lansekap, yang menampilkan kelimpahan ruang terbuka dan teras lanskap. Area lembah tengah yang dapat diakses oleh publik – dari mana proyek ini mendapatkan namanya – menyebar di lantai empat dan lima di antara kawasan perumahan dan komersial menara dan akan memiliki tampilan hijau sepanjang tahun yang menarik.