BAGIKAN
Prasasti dari abad ke 8 SM yang ditemukan seornag petani. Credit: James Osborne

Para arkeolog dari Oriental Institute (OI) telah menemukan sebuah kerajaan kuno berasal dari tahun 1400 hingga 600 SM yang telah dinyatakan hilang. Sebuah kerajaan yang mungkin dalam sebuah pertempuran telah mengalahkan Frigia, kerajaan yang diperintah oleh Raja Midas – sosok legendaris dengan sentuhan emasnya.

Penemuan ini diawali ketika seorang petani setempat melaporkan kepada tim peneliti yang menyurvei sebuah situs di Turki bahwa dia telah melihat sebuah batu besar dengan tulisan-tulisan aneh ketika mengeruk kanal irigasi terdekat.

“Kami bergegas langsung ke sana, dan kami bisa melihatnya masih mencuat dari dalam air, jadi kami melompat turun ke kanal — berjalan dalam air sampai sepinggang kami,” kata James Osborne dari OI, salah satu pusat penelitian terkemuka di dunia kuno. “Sebentar saja dengan jelas bahwa benda itu terlihat kuno, dan kami mengenali naskah yang tertulis: Luwian, bahasa yang digunakan pada zaman Perunggu hingga Besi di daerah itu.”


Setelah diterjemahkan oleh para ahli OI, tulisan tersebut bermakna sebuah pernyataan penuh kebanggaan karena telah mengalahkan Frigia, kerajaan yang diperintah oleh Raja Midas, penguasa kuno legendaris yang diceritakan memiliki sentuhan emas – segala sesuatu yang disentuhnya akan berubah menjadi emas.

Contoh bahasa Luwian, ditemukan dari sekitar penggalian. Credit: Oriental Institute

Osborne mengatakan tampaknya luas kerajaan meliputi sekitar 300 hektar, yang akan menjadikannya sebagai salah satu kota kuno terbesar di zaman Perunggu hingga Zaman Besi Turki. Mereka belum tahu apa nama kerajaan itu, tetapi Osborne mengatakan penemuannya adalah sebuah berita revolusioner di lapangan.

“Kami tidak tahu tentang kerajaan ini. Dalam sekejap, kami memiliki informasi baru yang mendalam tentang Zaman Perunggu di Timur Tengah,” kata Osborne, seorang arkeolog yang berspesialisasi dalam memeriksa ekspresi otoritas politik di kota-kota Zaman Besi.

Hieroglif ditulis dalam bahasa Luwian, salah satu cabang tertua dari bahasa Indo-Eropa. Bahasa unik yang ditulis dengan simbol hieroglif asli daerah Turki, Luwian dibaca bergantian antara kanan ke kiri dan dari kiri ke kanan.




Tampilan penuh dari gundukan arkeologi di Türkmen-Karahöyük. Menyembunyikan sebuah kota yang tidak dikenal  mencapai sekitar 300 hektar. Credit: James Osborne

Terjemahan mereka mengungkapkan bahwa raja dalam prasasti itu bernama Hartapu – tetapi tidak ada yang tahu siapa dia atau kerajaan apa yang dia kuasai, dan Türkmen-Karahöyük mungkin adalah nama ibukotanya. Prasasti itu menceritakan kisah penaklukan Raja Hartapu atas kerajaan Muska yang berada di dekatnya, yang lebih dikenal sebagai Frigia — rumah bagi Raja Midas. “Dewa-dewa badai mengirim raja-raja [lawan] untuk keagungannya,” bunyi dari prasati batu itu.

Analisis linguistik OI menunjukkan bahwa prasasti itu disusun pada akhir abad ke-8 SM, yang sejalan dengan waktu semasa pemerintahan Midas.

Osborne sudah merencanakan kunjungan lapangan berikutnya, berharap untuk menyelesaikan surveinya musim panas ini.

“Di dalam gundukan ini akan ada istana, monumen, rumah. Prasasti ini adalah penemuan yang luar biasa, sangat beruntung — tetapi ini baru permulaan,” katanya.




SUMBEROriental Institute
BAGIKAN