BAGIKAN

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan dua belas siswa-siswi mengikuti India Internasional Mathematics Competition (InIMC) jenjang Sekolah Dasar di Lucknow, India.

Kompetisi akan berlangsung pada Selasa (25/7/2017) hingga Senin (31/7/2017). InIMC 2017 merupakan ajang matematika internasional yang diikuti oleh 41 negara.

Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mendapatkan dua emas dan tiga perak dari InIMC yang diselenggarakan di Yogyakarta.

Direktur Pembinaan SD Wowon Widaryat mengatakan, para delegasi InIMC berasal dari pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 dan anak-anak yang memiliki potensi di bidang matematika.

Para delegasi dibimbing oleh tiga orang pembina matematika yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Selain itu, tiga orang pendamping Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar juga ikut bersama delegasi.

“Tim ini telah mendapat pembinaan selama dua tahap. Tahap I dilaksanakan pada tanggal 15-21 Juni di Jakarta dan tahap II tanggal 19-24 Juli di Jakarta,” kata Wowon melalui keterangan tertulis Kemendikbud, Senin (24/7/2017).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad berharap semua siswa yang dikirim berhasil membawa pulang mendali emas. Kepada siswa, Hamid meminta untuk meningkatkan kepercaya diri saat bersaing dengan negara lain.

“Tahun ini kami mengirim 12 siswa, semoga semua mendapat medali emas. Kalau kalian bertekad untuk mendapat emas, pasti bisa,” ucap Hamid.

Ke-12 delegasi itu antara lain Darren Darwis Tanuwijaya (SDK 6 Penabur Jakarta), David Shane Goh (SDK Penabur XI Jakarta), Galih Nur Rizqy (SDI Al Azhar 10 Serang), Alifa Batrisyia Nariswari (SD Muhammadiyah Sapen I Yogyakarta), Jeanice Eliana Styono (SDK 6 Penabur Jakarta), Hendy Sutono (SD Sutomo 1 Medan).

Kemudian Azfa Radhiyya Hakim (SD Islam AlFauzien Depok), Maulana Satya Adigama (SD Muhammadiyah Sapen I Yogyakarta), Reynard Suhada (SDK 6 Penabur Jakarta), Nisrina Fathiyya Nugraha (SDIT Nurul Fikri, Depok), Ramachandra Darmawan (SD Patra Dharma Balikpapan), dan Gregory Edward Suryawan (SDK Tunas Daud Mataram).

SUMBERKompas
BAGIKAN